Assalammualaikum, selamat datang Kelas ilmu sosial. Di sini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu tentang”GeologiBerikut penjelasannya di bawah ini:

Energetika-geologi

Bumi merupakan salah satu planet dalam tata surya. Bumi terdiri dari berbagai lapisan yang membentuk bumi. Lapisan bumi yang paling dalam disebut inti bumi. dan lapisan bumi yang paling atas disebut kerak bumi. Kerak bumi merupakan tempat hidup bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi. Kerak bumi adalah permukaan bumi. Permukaan bumi memiliki relief permukaan yang berbeda-beda.

Relief ini menyebabkan Bumi memiliki banyak ekosistem. Bumi terbagi menjadi dua wilayah besar, yaitu laut dan daratan. Setiap kecamatan memiliki relief yang berbeda-beda. Setiap medan memicu ekosistem dengan karakteristiknya sendiri. Seperti di lautan, relief di dasar laut dipecah berdasarkan tingkat kedalaman. Dan setiap kedalaman mewakili habitat yang berbeda. Sedangkan di darat terbagi menjadi daratan dan perairan. Contoh ekosistem terestrial termasuk hutan hujan tropis, hutan gugur, tundra, gurun, sabana, padang rumput. Sedangkan di perairan misalnya, terdapat ekosistem sungai, ekosistem danau, dan ekosistem lahan basah. Ada banyak ekosistem di Bumi karena topografi tanah yang berbeda. Perbedaan ini adalah hasil dari kekuatan geologis yang ditemukan di Bumi.


Contents

Definisi energi geologi

Pengertian energi geologi adalah energi yang mempengaruhi bentuk permukaan bumi. Energi ini berasal dari dalam dan luar bumi. Energi geologi terbagi menjadi dua, yaitu energi endogen dan energi eksogen. Energi endogen adalah energi yang berasal dari bumi. Sedangkan energi eksogen adalah energi yang berasal dari luar permukaan bumi. Gaya endogen merupakan gaya awal yang membentuk relief permukaan bumi, darat dan laut.

Kemudian energi eksogen dapat disebut sebagai suatu gaya yang mengubah bentuk permukaan bumi yang sebelumnya dibentuk oleh gaya-gaya endogen. Setiap energi dalam energi geologi memiliki kekuatan yang berbeda-beda, selain itu teknik yang digunakan juga berbeda. Namun, mereka memiliki peran yang sama, yaitu sebagai bentuk relief di permukaan bumi.


Jenis-jenis kekuatan geologis

Berikut ini adalah beberapa jenis energi geologi, yang terdiri dari:


Energi geologi yang berasal dari bumi disebut energi endogen. Energi endogen berasal dari keberadaan energi di dalam bumi. gaya tersebut menyebabkan bumi mengalami rekahan, lipatan, depresi, atau tonjolan. Gaya endogen terbagi menjadi 3 yaitu tektonisme, gempa bumi dan vulkanisme.


1. Tektonisme

Tektonisme adalah energi yang berasal dari tekanan yang terdapat di dalam bumi, akibat panas bumi. Panas di dalam bumi berasal dari inti bumi. Tekanan termal ini menghasilkan energi yang menyusutkan lapisan batuan bumi. antara lapisan bumi terdiri dari batuan penyusun lapisan bumi.

Lapisan bumi yang tertekan akan mengurangi lapisan bumi di atasnya, dan lagi di atasnya, menjadi kerak bumi. Akibatnya, bumi mengalami patahan atau lipatan. Lipatan-lipatan bumi merupakan bentuk muka-muka yang timbul akibat gaya tektonik vertikal dan horizontal yang mereduksi lapisan bumi menjadi unsur-unsur lunak dan dalam jangka waktu yang relatif lama. Gaya ini menyebabkan kerak bumi terlipat atau berkerut. Patahan adalah bentuk permukaan bumi yang disebabkan oleh gaya tektonik vertikal dan horizontal, yang mereduksi lapisan kerak bumi yang lebih keras dengan kecepatan yang relatif cepat. Hal ini menyebabkan permukaan bumi retak. Gerakan dalam tektonisme dibagi menjadi dua, yaitu epigenesis dan orogenesis.

Epirogenesis adalah gerakan yang terjadi karena adanya energi horizontal. Akibat gaya ini, menyebabkan daratan mengalami eskalasi atau penurunan yang terlihat di sepanjang pantai.
Orogeni adalah gerakan yang menyebabkan fraktur atau lipatan. Di darat, pergerakan ini mengakibatkan terbentuknya gunung dan lembah, sedangkan di lautan terbentuk gunung laut dan palung laut.


2. Vulkanisme

Vulkanisme adalah pergerakan magma di dalam bumi. magma adalah cairan panas yang ditemukan di bumi. magma panas, menemukan tekanan, sehingga magma bergerak menuju tekanan yang lebih rendah. Dalam prosesnya, magma yang bergerak akan mengalami pendinginan. Jika pendinginan di dalam bumi disebut intrusi magma, jika di luar bumi disebut ekstrusi magma.

Magma dapat naik melalui rongga atau retakan di permukaan bumi. Namun, magma juga bisa naik melalui tabung di dalam gunung berapi, yang dikenal sebagai saluran diatreme atau kawah. Magma yang naik akan menghasilkan letusan. Besar kecilnya erupsi magma tergantung pada letak dapur magma. Jika dapur magma dangkal, letusannya akan lebih kecil.

Sedangkan jika letak dapur magmanya dalam, maka letusannya akan lebih besar. Magma yang keluar dari dalam tanah disebut lava. Lava yang mendingin akan membentuk permukaan bumi. Salah satunya adalah terbentuknya dataran tinggi. Selain itu, cekungan dampak letusan gunung berapi yang besar dapat menjadi danau kaldera. Lava beku juga dapat menyebabkan topografi gunung menjadi miring atau lebih tinggi.


3. Seismo

Gempa bumi adalah gerakan atau getaran yang terjadi di permukaan bumi. Getaran ini disebabkan oleh gelombang seismik. Gelombang seismik adalah gelombang yang timbul sebagai akibat dari proses sesar, lipatan, letusan gunung berapi atau pergerakan magma di dalam bumi. Gempa juga dapat terjadi karena pergerakan lempeng bumi. Lempeng bumi adalah lempeng yang terletak di bumi, yang membentuk dasar lautan dan daratan.

Gelombang pada gempa bumi dibagi menjadi dua yaitu hiposenter dan episentrum. Hiposenter adalah pusat gempa. Episentrum gempa ini terjadi di Tanah Air. sedangkan episentrum adalah gelombang yang merambat dari hiposenter. Semakin jauh dari pusat gempa, semakin besar pusat gempa, dan semakin rendah kekuatannya. Episentrum dapat digambarkan sebagai media yang mentransmisikan getaran dari bagian dalam bumi menuju permukaan bumi.


Energi geologi yang berasal dari luar bumi disebut energi eksogen. Energi ini menggunakan air, angin, dan gletser dalam prosesnya. Tugas angin, air dan gletser adalah membawa material atau mengikis permukaan bumi. Akibat energi tersebut, terbentuklah relief-relief seperti perbukitan, danau tapal kuda atau gua di sekitar pantai. Energi eksogen terbagi menjadi dua, yaitu sedimentasi dan erosi.


1. Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pengendapan material yang dilakukan oleh angin, air dan gletser (Baca: Proses sedimentasi – jenis, sebab dan akibat). Pengendapan ini bisa terjadi di mana saja. Material yang dipakai adalah material yang berasal dari erosi atau pelapukan, pasir dan kerikil. Material ini dibawa oleh angin, air dan gletser kemudian diendapkan.

Setiap gaya pada deposisi dapat membentuk relief baru. Misalnya, pengendapan yang dilakukan oleh air dapat membuat danau, bukit kecil, dan robekan di pantai. Sementara itu, sedimentasi yang didorong oleh angin dapat menciptakan gumuk pasir di dekat pantai dan gurun. Sementara itu, sedimentasi gletser dapat mengubah bentuk gletser dari bentuk V menjadi bentuk U.


2. Erosi

Erosi adalah pengikisan permukaan bumi oleh air, angin, dan gletser. Erosi ini menyebabkan perubahan topografi lahan. seperti pembentukan tebing-tebing tinggi di dekat pantai. Gua atau teluk. Erosi sendiri dibagi menjadi 4 menurut kekuatan erosinya. Ini adalah abrasi, ablasi, eksaserbasi dan deflasi.

Abrasi adalah pengikisan permukaan bumi oleh air sungai. Air sungai yang mengalir deras dan terus menerus menerpa bebatuan di sekitarnya, akan mengikis bebatuan seiring waktu, sehingga membentuk jurang atau air terjun. Sedangkan ablasi adalah pengikisan permukaan bumi oleh air laut. Pergerakan air laut atau ombak, menabrak bebatuan atau tebing di sekitar pantai, menyebabkan tebing menjadi berlubang dan membentuk gua. Erosi adalah pengikisan permukaan bumi oleh gletser.

Erosi ini disebabkan oleh salju yang menumpuk dan membeku. Akibatnya, batu yang menahannya tidak kuat dan mengeluarkan tumpukan salju sehingga menyebabkan batu tersebut terkikis. Devlasi adalah erosi angin. angin yang bergerak membawa kerikil, dan ketika bertemu dengan batu atau tebing, angin yang membawa kerikil itu menghantam dan mengikis permukaan.


Demikian menjelaskan pelajaran IPS-Geografi HAI Gaya geologi adalah: 2 jenis dan penjelasannya

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi siswa, terima kasih!!!


Baca artikel lainnya:

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *