Assalammualaikum, selamat datang Kelas ilmu sosial. Di sini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu tentang”Batu tulisBerikut penjelasannya di bawah ini:

Bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan. Jenis batuan penyusun lapisan bumi terdiri dari batuan beku, batuan metamorf, dan batuan sedimen. Batuan sedimen adalah jenis batuan yang diperoleh melalui pelapukan batuan, baik pelapukan kimia maupun mekanik. Batuan sedimen biasanya disebut batuan sedimen karena terbentuk dari proses pengendapan material yang dibawa oleh air, angin atau es.
Berdasarkan teksturnya, batuan sedimen dibedakan menjadi 2 yaitu batuan sedimen klastik dan non klastik. Batuan sedimen klastik memiliki tekstur yang keras dan kompak, sedangkan sedimen non-klastik memiliki tekstur yang halus. Salah satu contoh batuan sedimen non-klastik adalah serpih. Apa yang dimaksud dengan serpih? Berikut ini adalah gambaran rinci tentang serpih.
Contents
definisi serpih
Serpih juga dikenal sebagai lanau atau argillite. Serpih didefinisikan sebagai jenis batuan sedimen yang tersusun dari mineral berukuran halus atau lempung utama, yaitu ilit, smektit, dan kaolinit, serta mineral berbutir berat seperti oksida besi, kuarsa, karbonat, mineral sulfida, feldspar, dan bahan organik lainnya. . Komposisi mineral tergantung pada lingkungan di mana proses sedimentasi atau pengendapan berlangsung.
Berdasarkan informasi dari Blatt (1970), serpih merupakan batuan yang menyusun sekitar 69 persen dari jumlah total batuan sedimen di kerak bumi. Meskipun paling melimpah di kerak bumi, serpih tidak dipelajari sebaik batu pasir atau batu kapur. Hal ini karena shale memiliki komposisi yang kompleks, tekstur paling halus dan sulit diamati di bawah mikroskop, sehingga mineral yang terdapat di dalamnya tidak mudah dicerna seperti batuan sedimen lainnya. Pengamatan bahan penyusun serpih harus dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian khusus seperti analisis termal diferensial dan difraksi sinar-X.
Proses pembentukan serpih
Proses pembentukan serpih masih merupakan unsur dari proses pembentukan batuan sedimen. Awalnya, pelapukan akan memecah batuan menjadi mineral berukuran halus (lempung). Tanah liat yang bercampur air akan berubah menjadi lumpur. Lumpur tersebut kemudian terbawa aliran air. Ketika aliran air berhenti di lokasi terendam seperti danau atau rawa, lumpur mengendap. Setelah itu, lumpur akan mengalami proses petrifikasi yang melibatkan 3 tahap, yaitu kompresi, pengendapan dan peleburan kembali. Berikut penjelasannya.
1. Kompresi
Tahap kompresi atau pemadatan dimulai dengan proses menekan butir-butir batuan hingga menjadi lebih rapat dan tipis. Pemampatan ini juga bertujuan untuk menghilangkan kadar air sehingga hanya tersisa 20-40 persen. Pemampatan terus menerus menyebabkan butir-butir batuan saling bersentuhan. Dimana batu-batuan bertemu akan merasakan tekanan sehingga air yang membawa mineral silika memasuki bukaan butir tunggal dan menghasilkan semen.
2. Penyimpanan
Setelah fase kompresi menghasilkan semen, dipindahkan ke fase sementasi. Penyimpanan adalah proses pengaplikasian semen pada permukaan butiran batu. Ada 2 jenis semen, kalsit dan kuarsa. Semen kalsit terbentuk selama pengendapan, sedangkan semen kuarsa diperoleh dengan diagnosis kimia mineral lempung.
3. Hamburan ulang
Tahap terakhir adalah rekristalisasi. Fase ini merupakan proses perubahan bentuk dan ukuran batuan yang tidak disertai dengan evolusi struktur mineralnya. Karena batuan sedimen awalnya terbuat dari lumpur, maka lumpur tersebut akan berubah bentuk menjadi mudstone atau batulumpur. Batulumpur yang memiliki sifat fisil dan laminasi sebagai berikut disebut serpih.
Jenis serpih
Adanya mineral penyusun juga menyebabkan warna serpih. Berdasarkan warnanya, jenis slate dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Serpihan abu-abu dan hitam
Batu sabak yang memiliki warna abu-abu dan hitam menandakan mengandung bahan organik. Namun, jumlah bahan organiknya paling kecil, berkisar antara 1 hingga 2 persen. Selain menunjukkan adanya bahan organik, warna hitam dan abu-abu juga menunjukkan bahwa shale terbentuk di lingkungan dengan kadar oksigen rendah.
2. Serpihan kuning, merah dan coklat
Batu tulis kuning disebabkan oleh adanya mineral oksida besi yang disebut limonit. Serpih merah disebabkan oleh adanya mineral hematit, sedangkan warna coklat disebabkan oleh adanya mineral goetit. Warna-warna ini menunjukkan bahwa lingkungan di mana proses sedimentasi berlangsung kaya akan oksigen.
Keuntungan dari batu tulis:
Batu sabak memiliki permukaan yang halus dan licin menjadikan batu ini memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Nilai penghematan batu ini juga cukup tinggi. Diantara kegunaan tersebut adalah:
-
Sebagai alat tolong kupas
Pada Zaman Batu Pertengahan atau Mesolitikum, orang menggunakan batu tulis sebagai alat untuk mengupas makanan. Serpihan disebut serpihan. Penggunaan shale sebagai alat pengupas dikarenakan sifat shale yang datar. Slate juga dapat digunakan untuk mencukur seperti berlian.
Clay shale atau serpih tanah liat yang memiliki tingkat keaslian yang tinggi dapat digunakan sebagai kertas filter.
Seperti yang telah diketahui bahwa batu sabak dapat digunakan sebagai alat untuk mengupas dan memotong, batu ini juga digunakan untuk titik proyektil dalam pembuatan pisau, gerinda, pengikis dan palu.
-
Seperti perangkap minyak
Dijelaskan, shale yang berwarna hitam mengandung bahan organik. Bahan organik berguna sebagai perangkap minyak dan gas alam yang terdapat di kerak bumi.
-
Sebagai bahan dasar pembuatan gerabah
Jika serpih dihancurkan dan dicampur dengan air akan membentuk tanah liat. Tanah liat dapat dicampur dan dibuat menjadi berbagai jenis gerabah dan benda keramik yang berguna untuk aktivitas manusia. Selain keramik, tanah liat yang terbentuk dari serpih juga dapat digunakan untuk membuat ubin dan batu bata.
-
Sebagai bahan baku produksi semen
Dalam industri semen, shale dan batugamping merupakan bahan baku utama. Kedua jenis batu tersebut akan dipanaskan hingga suhu tertinggi untuk menghilangkan kelembapan. Proses pemanasan juga bertujuan untuk mengubah batu kapur menjadi kalsium oksida dan karbon dioksida. Kalsium oksida kemudian dicampur dengan serpih untuk membuat bubuk semen, sedangkan karbon dioksida akan terdispersi sebagai emisi atau gas buang.
Demikian menjelaskan pelajaran IPS-Geografi HAI Batu serpih adalah: Proses pembentukan, jenis dan kelebihannya
Semoga materi hari ini bermanfaat bagi siswa, terima kasih!!!
Baca artikel lainnya:
