Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu Hai”Batuan sedimen“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Sampel-Batu-Sedimen

Batuan sedimen adalah jenis batuan yang diperoleh dari pelapukan batuan beku. Batuan beku yang telah lapuk atau batuan pecah dari kerak bumi akan terbawa oleh berbagai media seperti air, angin atau es dan kemudian diendapkan di tempat lain, baik di darat maupun di laut. Batuan sedimen ini awalnya lunak kemudian mengalami proses membatu hingga menjadi keras.

Batuan sedimen termasuk dalam kelompok batuan sekunder. Hal ini karena bahan pembentuknya merupakan hasil pelapukan mekanik dan pelapukan kimia dari batuan yang sudah ada sebelumnya. Ada banyak jenis batuan sedimen, yaitu batuan sedimen klastik dan non-klastik. Sebutkan contoh batuan sedimen klastik dan nonklastik? Penjelasan lebih lengkap adalah sebagai berikut.


Contents

Batuan sedimen klastik

Batuan sedimen klastik adalah batuan yang pembentukannya berasal dari pecahan batuan asal atau pengendapan organisme yang membusuk. Batuan induk dapat berupa batuan sedimen itu sendiri, batuan metamorf, atau batuan beku. Fragmen batuan diperoleh dari proses pelapukan batuan, baik secara mekanis maupun kimiawi, yang kemudian mengalami erosi dan terbawa oleh media bantalan menuju ke cekungan pengendapan. Contoh batuan sedimen klastik adalah:


Batu Breksi memiliki butiran batu yang memiliki sifat kasar. Batu ini terbentuk dari proses sedimentasi pecahan-pecahan yang berukuran mulai dari 2 hingga 256 milimeter. Ukuran ini termasuk dalam ukuran batu kasar. Fragmen batuan ini memiliki bentuk yang runcing dan bersudut. Pecahan-pecahan itu berasal dari longsoran salju yang terasa membatu.

Selain itu, fragmen batuan breksi dapat berasal dari kelompok fragmen di kaki lereng yang telah mengalami sedimentasi. Campuran batugamping, granit, kuarsit, kuarsa dan kapur dapat menjadi komposisi breksi. Batuan breksi yang besar dapat disebabkan oleh pengendapan material yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi. Material tersebut diendapkan di sungai atau kolam di sepanjang lereng gunung berapi.


Batuan konglomerat memiliki struktur yang hampir sama dengan breksi. Komposisinya terdiri dari kombinasi atau beberapa jenis kuarsa, granit, batu api dan sebagainya. Ukurannya juga berkisar antara 2 hingga 256 mm. Perbedaan antara konglomerat dan breksi terletak pada bentuk fragmennya. Bentuk breksinya runcing, sedangkan pecahan batuan konglomerat agak membulat. Bentuk bulat merupakan pengaruh dari proses pengangkutan yang terjadi pada bahan penyusunnya.


Batupasir atau batugamping adalah batuan sedimen yang terbentuk akibat proses pengendapan butiran pasir. Butir-butir pasir terbawa oleh pembawanya seperti angin laut, gelombang laut dan arus sungai. Pasir kemudian dikumpulkan di satu tempat. Butiran batupasir berukuran antara 0,1 dan 2 mm. Batupasir terdiri dari banyak variasi komposisi. Beberapa terdiri dari kuarsa dan feldspar, sebagian besar di lapisan kerak bumi, beberapa terdiri dari batu tulis, riolit, basal dan sejumlah kecil bijih besi dan klorit.

Batupasir memiliki warna yang berbeda seperti coklat, coklat muda, abu-abu, merah, putih dan kuning. Karena sifatnya yang keras, tahan cuaca dan mudah dibentuk, maka batupasir banyak digunakan masyarakat sebagai bahan konstruksi bangunan dan jalan. Selain itu, batupasir juga digunakan sebagai batu asah pisau. Batupasir selanjutnya dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu batupasir graywacke, batupasir kuarsa dan arkose.


Batuan sedimen non klastik

Batuan sedimen non klasik terdiri dari batuan sedimen kimia dan batuan sedimen organik. Batuan sedimen kimia terbentuk melalui proses pengendapan kimia, seperti presipitasi dan erosi oleh air yang kaya garam (evaporit). Sedangkan batuan sedimen organik terbentuk akibat aktivitas organisme terutama mikroorganisme. Contoh batuan sedimen non klastik adalah:


Batubara, disebut juga batu bara, adalah batuan sedimen non-klastik yang terbentuk dari pemadatan bahan-bahan organik seperti akar, batang, atau daun tumbuhan. Proses pembentukannya terjadi di daerah yang beriklim tropis dengan perairan yang tidak banyak mengandung oksigen, seperti lahan basah. Bagian tubuh tumbuhan yang jatuh ke rawa akan mengendap.

Semakin lama bertahan, semakin banyak bagian tanaman yang mengendap dan menumpuk. Setelah terkumpul, material tersebut akan tertimbun oleh material lain sehingga tekanannya meningkat. Tekanan akan melepaskan air dan kemudian pemadatan dirasakan dan batu bara terbentuk. Batubara pada umumnya berwarna hitam kecokelatan, amorf, padat dan bertekstur berlapis-lapis. Batuan ini tersusun atas humus dan karbon dengan fragmentasi prismatik.


Batugamping atau limestone (batu gamping) adalah batuan sedimen non klastik yang tersusun dari mineral utama berupa kalsit (CaCO3). Batu ini memiliki berbagai macam tekstur. Beberapa bertekstur padat, oolitik atau kristal, afanatik hingga berbutir kasar. Terbentuknya batugamping disebabkan oleh proses organisme atau proses anorganik. Formasi batu kapur berlimpah di laut dangkal yang tenang dan hangat. Kondisi ini adalah situasi yang menguntungkan bagi organisme untuk membangun cangkang dan kerangka.

Ketika organisme bercangkang mati, kalsium karbonat di dalam cangkang akan menjadi sumber material pembentuk batugamping. Tidak hanya dari organisme bercangkang, kalsium karbonat juga bisa didapatkan dari air laut. Batugamping yang terbentuk dari kalsium karbonat air laut dikategorikan sebagai batuan sedimen kimiawi, namun jumlah batugamping jenis ini tidak sebesar batugamping yang terbentuk dari cangkang organisme. Ada beberapa jenis batu gamping, antara lain:

  1. Kapur – Batugamping ini memiliki tekstur putih keabu-abuan yang halus dan lembut.
  2. Coquina – Batugamping jenis ini memiliki tekstur kasar yang terbuat dari sisa-sisa cangkang organisme.
  3. Fosil – Seperti namanya, batugamping fosil memiliki kandungan fosil.
  4. litograf – Batu ini adalah batu kapur padat dengan butiran halus dengan ukuran yang relatif sama.
  5. Oolitik – Batu kapur oolitik terdiri dari kalsium karbonat dari jenis “oolit” dengan bola-bola kecil yang dibentuk oleh presipitasi konsentris kalsium karbonat.
  6. Travertine – Batu-batu ini sering terbentuk di dalam gua dan menimbulkan penampakan berupa stalagmit, stalaktit, dan aliran batuan.

Demikian penjelasan IPS-Geografi HAI Berikut ini adalah 5 contoh batuan sedimen klasik dan non klasik

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca artikel lainnya:

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *