Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu Hai”Siklus Batu“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Rock-Cycle

Planet Bumi, seperti benda luar angkasa lainnya, dapat memenuhi kebutuhannya. Padahal, Bumi hanya memiliki substansi kimiawi dan geologis yang terbatas. Elemen tidak diciptakan atau dihancurkan. Tetapi mereka terus berubah dalam siklus alami yang konstan dan berkelanjutan. Serupa dengan prinsip kekekalan energi, demikian pula dengan zat penyusun Bumi. Padahal, jumlahnya sama dari waktu ke waktu. Hanya bahan-bahan ini yang terus berubah dan berkembang.

Ada banyak siklus alami yang terjadi di Bumi. Seperti siklus hidrologi, siklus fosfor, siklus oksigen dan juga objek geologi seperti batuan. Jenis batuan yang ada saat ini sebenarnya berasal dari satu sumber yaitu magma. Namun bebatuan ini terus bergerak dalam satu siklus serentak yang sudah berlangsung lama. Siklus batuan ini dapat berlangsung dalam waktu singkat atau dapat berlangsung selama jutaan tahun.

Siklus batuan menyatakan hubungan antara tiga jenis batuan yang menyusun lapisan bumi – batuan beku, sedimen, metamorf. Berbeda dengan siklus hidrologi atau siklus karbon, semua batuan dalam siklus batuan tidak mengalami perubahan. Ada beberapa jenis batuan yang terbentuk dengan cara ini sejak awal pembentukannya. Formasi batuan yang tidak berubah ini disebut craton.

Sebelum Anda dapat memulai proses dalam siklus batuan, Anda harus terlebih dahulu membiasakan diri dengan magma. Karena magma adalah dasar dari siklus batuan ini.


Contents

Pengertian Magma

Magma adalah campuran batuan cair dan semi-cair yang ditemukan di bawah permukaan bumi. Campuran ini sering terdiri dari empat unsur: dasar cairan panas yang disebut lelehan, mineral dari kristalisasi lelehan, batuan padat yang terbentuk dari aliran sekitarnya, dan gas terlarut.

Seperti yang Anda ketahui, Bumi terdiri dari tiga lapisan umum. Yaitu inti bumi yang merupakan pusat super panas, mantel tebal bumi di tengah, dan kerak bumi sebagai lapisan terluar tempat kita hidup.

Magma berasal dari unsur-unsur antara lapisan mantel bumi dan kerak bumi. Sebagian besar lapisan kerak dan mantel bumi berbentuk padat. Keberadaan magma cair di antara keduanya sangat mendesak untuk dipelajari fenomena geologis dan morfologis yang terdapat pada mantel bumi. Karena pergerakan magma seringkali dipengaruhi oleh pergerakan lempeng di mantel bumi.

Suhu magma inti terpanas, yaitu sekitar 700′-1300′ Celsius. Suhu ekstrem ini mengubah magma menjadi zat yang memiliki sifat cair dan dinamis. Akibatnya, magma terus bergerak menciptakan lanskap baru dan terlibat dalam transformasi fisik dan kimia di lingkungan yang berbeda. Ada dua jenis gerakan magma yang diketahui. Yaitu intrusi dan ekstrusi.

Proses intrusi magma adalah pergerakan magma dengan kekuatan dan tekanan yang tidak mencukupi untuk menembus lapisan kerak bumi. Sehingga pada akhirnya magma membeku di bawah lapisan bumi. Sedangkan ekstrusi adalah pergerakan magma dengan kekuatan yang paling kuat, hingga mencapai permukaan bumi dalam bentuk letusan gunung berapi. Pergerakan magma ini memainkan peran yang sangat penting dalam siklus batuan.


Fase siklus batuan

Untuk mengetahui aliran siklus batuan, kita dapat membaca pada diagram ini:

siklus batu

  1. Awalnya, magma terbentuk secara alami selama jutaan tahun dan merupakan bagian dari inti bumi. Magma tidak terbentuk di semua bagian Bumi. Tetapi magma hanya ada di sejumlah tempat tertentu di bawah permukaan, yang disebut ruang magma.
  2. Karena sifatnya yang dinamis, magma terus bergerak. Gerakan ini menyebabkan magma mengalir ke tempat yang suhunya lebih rendah dari dapur magma. Akibatnya, magma mengalami kristalisasi dan sebagian membeku menjadi batuan beku. Jika proses pembekuan berlangsung di bawah permukaan bumi disebut batuan beku intrusif (misalnya granit dan diorit), sedangkan jika proses pembekuan berlangsung di permukaan disebut batuan beku ekstrusif (misalnya basalt dan andesit).
  3. Batuan beku yang terbentuk dari proses kristalisasi magma ini lambat laun akan mengalami pelapukan. Pelapukan pertama kali terjadi pada batuan beku ekstrusif yang berada di atas permukaan bumi. Hasil pelapukan batuan beku ini akan diendapkan melalui proses yang disebut erosi. Sedimen hasil pelapukan batuan beku akan mengeras dan membentuk batuan sedimen. Sedangkan batuan beku intrusif yang terdapat di bawah permukaan bumi akan terus bergerak menuju permukaan bumi melalui rangkaian peristiwa tektonik dan vulkanik. Begitu mencapai permukaan bumi, ia akan mengalami pelapukan dan pengendapan.
  4. Sedangkan batuan beku intrusif yang tidak sampai ke permukaan akan terus terkubur lebih dalam di bawah tekanan di atas. Semakin dalam, semakin tinggi tekanan dan suhunya. Akibatnya, batuan beku ini akan mengalami perubahan baik bentuk maupun susunan kimianya menjadi batuan metamorf (kecil).
  5. Batuan sedimen yang berasal dari pengendapan sisa-sisa batuan beku yang terbentuk akibat pelapukan sebagian besar berada di bawah permukaan bumi. Batuan sedimen ini akan terus bergerak semakin dalam karena lapisan sedimen baru terus terbentuk di permukaan bumi. Lapisan batuan sedimen yang baru ini akan memampatkan lapisan sedimen sebelumnya sehingga bergerak secara progresif menuju dapur magma. Akibatnya, batuan sedimen ini pun menerima tekanan dan suhu tinggi hingga bermetamorfosis menjadi batuan metamorf.
  6. Perubahan suhu dan tekanan juga mempengaruhi batuan sedimen. Batuan sedimen juga berkembang secara perlahan dan membutuhkan waktu lama untuk menjadi batuan metamorf. Sementara itu, beberapa batuan sedimen juga dapat mengalami pelapukan. Hasil waktu menetap dan mengeras. Yang menghasilkan batuan sedimen jenis baru. Itu bisa sama dengan aslinya atau bisa sangat berlawanan.
    Dalam perjalanannya, batuan metamorf juga mengalami pelapukan serupa dan menjadi batuan sedimen. Selain itu, batuan metamorf yang memiliki struktur kimiawi yang sangat berbeda dengan batuan sedimen dan batuan beku akan melebur dan berubah menjadi magma.

Proses yang sama diulang.

Siklus ini telah terjadi sejak jutaan bahkan milyaran tahun yang lalu. Dan siklus ini akan terus berlanjut. Semua jenis batu akan tetap terbuka dan terangkat. Batuan tersebut akan melewati dan mengalami erosi. Batuan tersebut akan terus mengendap dan bermetamorfosis. Begitulah rancangan alam yang luar biasa. Dengan begitu jumlah magma/batuan di bumi akan tetap sama.

Sederhananya, hubungan antara batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf dapat tercermin dalam rumus ini:

Magma -> Batuan beku -> Batuan sedimen -> Batuan metamorf -> Magma


Demikian penjelasan IPS-Geografi HAI 6 tahapan siklus batuan: definisi dan proses

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca artikel lainnya:

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *