Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu Hai”Sinar matahari di Bumi“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Dalam sistem astronomi, Matahari merupakan pusat peredaran planet di Tata Surya, sumber energi dan kehidupan, serta pengatur cuaca, iklim, udara, dan arus laut, sehingga disebut heliosentris. Matahari memancarkan radiasi dengan panjang gelombang terluas. Radiasi matahari adalah suatu bentuk energi gelombang elektromagnetik, terdiri dari medan listrik dan medan magnet, yang dipancarkan oleh Matahari, yang memiliki temperatur di atas nol, dan merupakan satu-satunya bentuk energi yang dapat merambat dalam ruang hampa udara.
Para ilmuwan mengklasifikasikan radiasi matahari menjadi tiga jenis, yaitu ultraviolet, inframerah dan cahaya tampak. Ketiga jenis radiasi matahari ini disebut juga radiasi matahari global, yaitu radiasi matahari yang langsung menyinari permukaan bumi dan radiasi yang berasal dari sebaran atmosfer. Pada umumnya radiasi matahari memiliki energi per menit sebesar 56 x 1026 kalori dan energi ini yang jatuh ke bumi hanya 2,55 x 1018 kalori.
Radiasi matahari yang jatuh atau menyinari bumi disebut insolasi, yaitu penerimaan energi matahari oleh permukaan bumi dalam bentuk sinar gelombang pendek yang menembus atmosfer. Insolasi ini berperan penting dalam pengaturan dan pengendalian kelangsungan hidup di bumi dan bergantung pada waktu dan lokasi penerimaan sinar matahari.
Dari uraian di atas, ada tiga teknik penyinaran matahari sampai ke permukaan bumi, yaitu:
- Radiasi langsung, yaitu radiasi matahari yang masuk ke bumi tanpa ada perubahan arah atau radiasi yang diterima bumi dalam posisi sejajar ketika cahaya datang.
- Radiasi hamburan, yaitu radiasi matahari yang berubah akibat proses pemantulan dan hamburan sinar matahari.
- Total radiasi, yaitu jumlah radiasi langsung dan radiasi tersebar.
Intensitas radiasi matahari yang menyinari Bumi juga berkurang hingga tidak menjadi radiasi langsung. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai sebab, yaitu:
- Terjadi proses pemantulan oleh lapisan-lapisan atmosfer bumi
- Ada penyerapan zat di atmosfer, terutama gas O3, H2O, O2 dan CO2
- Ada proses hamburan Rayleigh
- Ada mie yang tersebar. Jadi dapat dikatakan bahwa radiasi matahari yang menyinari bumi mengalami pemantulan, penyerapan dan transmisi.
Radiasi matahari yang masuk ke bumi dapat ditentukan oleh lamanya penyinaran matahari, yaitu lamanya waktu sinar matahari sampai ke permukaan bumi dalam kurun waktu satu hari, yang diukur dalam satuan jam. Jangka waktu satu hari disebut lamanya hari atau lamanya matahari berada di atas ufuk. Panjang sinar matahari setiap hari sangat bervariasi dari bulan ke bulan selama musim.
Biasanya, waktu pemantauan paparan radiasi matahari jangka panjang dilakukan setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00. Di Indonesia, durasi maksimum paparan sinar matahari rata-rata terjadi pada bulan Juli dan Agustus, dan paling sedikit pada bulan Januari. Hal ini mengakibatkan terbaginya musim di Indonesia menjadi dua musim tergantung lamanya penyinaran radiasi matahari, yaitu musim panas dan musim hujan.
Contents
Faktor-faktor yang mempengaruhi sinar matahari vs Bumi
Dalam penelitian ini, proses penyinaran Matahari di bumi dipicu oleh sederet faktor penyebab penyinaran matahari di bumi yang dominan dalam perkiraan jumlah dan durasi penyinaran matahari itu sendiri, yaitu:
-
Waktu dan posisi bumi terhadap matahari
Radiasi matahari berdasarkan waktu bergantung pada garis lintang Bumi dalam kaitannya dengan matahari dan atmosfer. Sedangkan menurut posisinya, sinar matahari bergantung pada posisi Matahari itu sendiri di Bumi apakah berada di atas ekuator atau ekuator atau jauh dari posisi ekuator di Bumi.
Saat posisi Matahari tepat berada di atas ekuator, intensitas penyinaran matahari akan semakin kuat, begitu pula sebaliknya, jika jauh dari ekuator, intensitasnya akan semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan perbedaan iklim dan musim di berbagai wilayah di permukaan bumi. Selain itu, perselingkuhan ini menghasilkan evolusi siang dan malam di Bumi.
-
Jarak antara matahari dan bumi
Jarak Bumi ke Matahari sekitar 1.495 x 1.011 m dengan sudut kemiringan matahari 32 derajat. Selama proses pemintalan, Bumi memiliki sudut kemiringan 23,5 derajat dengan jalur elipsnya. Ini menyebabkan musim dan siang dan malam berubah.
-
Panjang hari dan sudut datang radiasi matahari
Lamanya hari tergantung pada perbedaan lokasi menurut garis lintang, yang menghasilkan periode penerimaan sinar matahari. Sedangkan sudut datang radiasi matahari menentukan seberapa besar radiasi matahari yang diterima Bumi. Semakin lebar permukaan horizontal daerah yang menerima radiasi matahari, semakin besar sudut datangnya radiasi matahari, dan semakin besar sudut datangnya radiasi matahari, semakin sempit atmosfer yang dilaluinya.
-
Pengaruh lapisan atmosfer bumi
Ketika radiasi matahari mencapai atmosfer, radiasi matahari akan dipengaruhi oleh banyak aerosol gas (yang timbul dari proses pembakaran, reaksi dalam fase gas, dispersi partikel padat dan reaksi kimia, dispersi lautan, semburan gas dari gunung berapi) dan kondisi awan saat ini di lapisan atmosfer. Jadi, sebagian radiasi matahari dipantulkan kembali ke angkasa, dan sebagian diserap di permukaan bumi.
Jenis radiasi matahari yang masuk ke permukaan bumi dapat berupa radiasi langsung dan hamburan. Selain itu, peran awan itu sendiri juga menentukan durasi pendek paparan radiasi matahari per jam oleh Bumi, dan ada tidaknya awan menentukan durasi paparan harian matahari. Baca juga tentang lapisan-lapisan matahari.
Demikian penjelasan IPS-Geografi HAI 4 faktor yang mempengaruhi sinar matahari di bumi
Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!
Baca artikel lainnya:
