Contents

3 tipe manusia purba di Indonesia yang wajib diketahui


Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran sejarah yaitu Hai”Orang-orang kuno di Indonesia“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

3 tipe manusia purba di Indonesia yang wajib diketahui

Orang-orang yang hidup di zaman prasejarah kini telah berubah menjadi fosil. Fosil manusia yang ditemukan di Indonesia terus berkembang dan terdiri dari beberapa jenis. Hal ini diketahui setelah kedatangan para ahli Eropa pada abad ke-19 yang tertarik untuk meneliti fosil manusia di Indonesia.

Fosil manusia pertama yang ditemukan berasal dari Trinil Jawa Timur oleh Eugene Dubouis, sehingga menarik ahli lain datang ke Jawa untuk melakukan penelitian serupa. Selanjutnya penelitian terhadap fosil manusia dilakukan oleh GRH Von Koenigswald, Ter Har, serta Oppenoorth dan F. Weidenrech. Mereka berhasil menemukan fosil manusia di kawasan Sangiran, Ngandong, di lembah Sungai Bengawan Solo.

Berdasarkan temuan fosil tersebut, Von Koenigswald membagi Zaman Dilluvium atau Pleistosen di Indonesia menjadi 3 lapisan, yaitu.

  1. Lapisan Pleistosen Bawah atau Yetis,
  2. Lapisan Pleistosen Tengah atau Trinil
  3. Lapisan Pleistosen Atas atau Ngandongo.

Selain orang Eropa yang meneliti fosil manusia, para ahli dari Indonesia seperti Prof. Ph.D. Sartono, Prof. Ph.D. Teuku Jacob, Ph.D. Oto Sudarmađi dan Prof. Ph.D. Sojono. Lokasi penelitian adalah Sangiran dan lembah sungai Bengawan Solo. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui jenis-jenis manusia purba yang hidup di Indonesia. Berikut 3 jenis manusia purba yang ada di Indonesia, diantaranya:


sebuah. Meganthropus

Seperti yang telah dijelaskan pada materi sebelumnya, Von Koenigswald menemukan sebuah tengkorak di desa Sangiran pada tahun 1941. Tengkorak yang ditemukan berbentuk mandibula, dan giginya tampak memiliki batang yang kuat serta gigi geraham yang besar.

Berdasarkan penemuan tersebut, Von Koenigswald menamainya Meganthropus Palaeojavanicus, yang berarti manusia raksasa tertua dari Jawa. Fosil tersebut diperkirakan hidup 20-15 juta tahun lalu dan berasal dari lapisan Yeti.


b. Homo erectus (Pithecanthropus)

Dengan kedatangan Eugene Dubouis di pulau Jawa pada tahun 1890 di Trinil, Ngawa, ditemukan tulang rahang, kemudian pada tahun 1891 sebagian tengkorak, dan pada tahun 1892 ditemukan tulang paha kiri. Dan kini fosil tersebut telah diberi nama Homo erectus dari Jawa.

Homo erectus hidup antara 1,5 juta hingga 500.000 tahun yang lalu dan berasal dari periode Pleistosen tengah atau Trinil.

Awalnya para ilmuwan mengira bahwa temuan E. Dubouis (Homo Erectus) tidak termasuk garis keturunan manusia, namun setelah Von Koenigswald menemukan fosil dari strata Yeti atau Pleistosen yang lebih rendah, semua ilmuwan sepakat bahwa fosil yang ditemukan oleh Von Koenigswald lebih tua jika dibandingkan dengan Homo Erectus. ditemukan oleh E. Dubouis.

Fosil manusia yang ditemukan oleh Von Koenigswald pada lapisan yeti antara lain:

  • Fosil manusia yang ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur pada tahun 1936-941 diberi nama Pithecanthropus Mojokertensis yang berarti manusia monyet dari Mojokert, dan sekarang disebut Homo Mojokertensis.
  • Fosil manusia yang ditemukan pada tahun 1936 di Sangiran di Lembah Sungai Bengawan Solo diberi nama Pithecanthropus Robustus yang berarti manusia monyet yang besar dan kuat atau disebut Homo Robustus.

c. Homo sapiens

Homo sapiens merupakan jenis manusia purba yang memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia zaman sekarang. Sekarang mereka sudah memiliki ciri-ciri manusia. Hidup mereka sangat sederhana dan hidupnya mengembara.

Spesies fosil Homo Sapiens yang ditemukan di Indonesia antara lain:

  • Fosil manusia yang ditemukan di kawasan Ngandong Lembah Sungai Bengawan Solo pada tahun 1931-1934. Setelah diteliti oleh Von Koenigswald dan Weidenreich, fosil ini diberi nama Homo Sapiend Soloensis (Homo Soloensis).
  • Fosil manusia yang ditemukan oleh Van Reitschotten di Wajak (Tulung Agung) diteliti oleh Eugene Dubouis pada tahun 1889 dan kemudian diberi nama Homo Sapiens Wajakensis.
  • Tempat kedua fosil manusia di atas ditemukan adalah lapisan Ngandongo atau Pleistosen Atas, dan umurnya diperkirakan 100.000 sampai 50.000 tahun.

Demikian penjelasan IPS-sejarah HAI 3 tipe manusia purba di Indonesia yang wajib diketahui

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca artikel lainnya:


Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *