Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran sosiologi yaitu Hai”Interaksi sosial“. Berikut penjelasannya di bawah ini: 
Contents
Definisi interaksi sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok dalam berbagai bentuk seperti kerjasama, persaingan atau konflik.
Berikut adalah beberapa pendapat ahli tentang interaksi sosial:
Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan ikatan yang langgeng dan pada akhirnya memungkinkan terbentuknya struktur sosial. Hasil interaksi tersebut sangat ditentukan oleh nilai dan makna, serta interpretasi pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi tersebut.
Interaksi sosial adalah hubungan antara dua individu atau lebih yang saling mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki perilaku individu lain atau sebaliknya.
-
KIMBALL MUDA & RAYMOND W.MACK
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis dan mencakup hubungan antar individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok lainnya.
Interaksi sosial merupakan dasar dari proses sosial yang muncul akibat hubungan sosial yang dinamis yang melibatkan hubungan antar individu, antar kelompok, atau antara individu dengan kelompok.
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Interaksi sosial adalah kontak atau timbal balik atau interstimulasi dan respon antara individu, antar kelompok, atau antara individu dan kelompok.
Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan proses pengaruh yang menghasilkan hubungan yang langgeng dan pada akhirnya memungkinkan terbentuknya struktur sosial.
Jenis interaksi sosial
Berikut 3 jenis interaksi sosial yaitu :
-
Interaksi antara individu dengan individu
Individulah yang memberikan pengaruh, perangsangan/rangsangan kepada individu lain dan sebaliknya, orang yang terpengaruh akan memberikan reaksi, respon atau respon.
-
Interaksi antara individu dan kelompok
Secara khusus, bentuk interaksi sosial antara individu dan kelompok dapat digambarkan sebagai guru yang melibatkan dan mengajar siswanya di kelas/dosen berbicara kepada orang banyak. Bentuk interaksi ini juga menunjukkan bahwa kepentingan individu/orang dapat saling berhubungan dengan kepentingan kelompok.
-
Interaksi antar kelompok dengan kelompok
Bentuk interaksi antara kelompok dan kelompok dihadapkan pada kepentingan, tetapi bisa juga kepentingan individu dan kepentingan dalam kelompok itu merupakan satu kesatuan, yang dihubungkan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain.
Ciri-ciri interaksi sosial
Sistem sosial dalam suatu masyarakat akan membentuk pola hubungan sosial yang relatif baku/tetap, jika interaksi sosial terjadi beberapa kali dalam kurun waktu yang relatif lama dan diantara pelaku yang relatif sama. Pola tersebut dapat ditemukan dalam bentuk sistem nilai dan norma.
Pola historis yang mendasari interaksi sosial adalah tujuan yang jelas, kebutuhan yang jelas dan bermanfaat, kesesuaian dan keefektifan, kesesuaian dengan norma sosial yang berlaku, dan dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Ada pelaku dengan lebih dari satu orang.
- Interaksi sosial selalu melibatkan komunikasi antara dua pihak, yaitu pengirim (sender) dan penerima (receiver).
- Interaksi sosial merupakan upaya untuk menciptakan pengertian antara pengirim dan penerima.
- Ada tujuan tertentu, terlepas dari apakah cocok atau tidak. Interaksi sosial juga menekankan pada tujuan mengubah perilaku orang lain, yang melibatkan perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan penerima.
Faktor interaksi sosial
Berikut beberapa faktor terjadinya interaksi sosial, yaitu:
1. Faktor internal
- Dorongan untuk meneruskan/mengembangkan keturunan. Secara naluriah, orang memiliki dorongan nafsu untuk tertarik satu sama lain oleh lawan jenis. Dorongan ini bersifat alami, artinya tidak perlu mempelajarinya, seseorang akan mengetahuinya sendiri dan secara otomatis manusia akan kawin untuk melanjutkan keturunannya agar tidak mengalami kepunahan.
- Dorongan untuk memenuhi kebutuhan manusia Dorongan untuk memenuhi kebutuhan manusia membutuhkan adanya manusia lain yang akan saling membutuhkan, yang saling bergantung untuk saling melengkapi kebutuhan hidup.
- Desakan untuk mempertahankan hidup Desakan untuk mempertahankan hidup ini terutama diucapkan dalam menghadapi ancaman eksternal seperti ancaman dari kelompok atau suku lain, atau serangan binatang buas.
- Dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain Secara naluriah, orang membutuhkan keberadaan orang lain untuk berkomunikasi satu sama lain untuk mengungkapkan keinginan yang ada di hati masing-masing dan secara psikologis, orang akan merasa nyaman dan damai ketika hidup bersama dan berkomunikasi dengan orang lain dalam suatu lingkungan sosial, budaya.
2. Faktor eksternal
- Imitasi Imitasi dapat diartikan sebagai tindakan atau tindakan seseorang untuk meniru sesuatu yang ditemukan pada orang lain.
- Identifikasi Adalah kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk sama dengan pihak lain.
- Sebuah sugesti Merupakan cara pemberian pandangan/pengaruh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga seseorang mengikuti sikap atau pengaruh yang diberikan tanpa berpikir.
- Simpati Ini adalah sikap keterikatan dengan orang lain. Sikap ini muncul karena adanya kesesuaian nilai-nilai yang dianut oleh kedua belah pihak.
- Empati Ini adalah proses sosial yang hampir sama dengan simpati, perbedaannya hanya empati melibatkan lebih banyak emosi atau lebih banyak jiwa dalam diri seseorang daripada simpati.
- Motivasi Adalah suatu dorongan atau perangsang yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi itu menuruti atau melakukan apa yang dimotivasinya itu.
Kondisi interaksi sosial
Berikut ini adalah beberapa syarat interaksi sosial, yaitu:
-
Kontak sosial
Hal tersebut merupakan awal dari munculnya interaksi sosial dan masing-masing pihak saling berinteraksi walaupun tidak saling bersentuhan secara fisik. Jadi kontak tidak harus berkomunikasi sepanjang waktu. Ada beberapa jenis kontak sosial dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
- Sesuai dengan cara yang dilakukan
Kontak langsung dan kontak tidak langsung.
- Menurut proses penciptaan/tingkat hubungan
Kontak primer dan kontak sekunder.
Kontak positif dan kontak negatif.
-
Komunikasi
Ini mengirim pesan dan menerima pesan dengan maksud untuk dipahami. Proses komunikasi terjadi ketika kontak sosial dilakukan.
-
Aksi sosial
Tindakan yang mempengaruhi individu mempengaruhi individu lain dalam masyarakat dan merupakan tindakan yang bermakna, yaitu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan orang lain. Berdasarkan cara dan tujuan yang akan dilaksanakan, tindakan sosial dibedakan menjadi 4, yaitu:
- Tindakan rasional instrumental
Apakah tindakan sosial yang dilakukan seseorang dengan memperhatikan kesesuaian sarana yang digunakan dan tujuan yang ingin dicapai dalam tindakan tersebut.
- Tindakan rasional berfokus pada nilai
Itu adalah tindakan yang sangat diperhitungkan.
Merupakan perbuatan yang tidak memperhitungkan pertimbangan-pertimbangan rasional. Perbuatan ini dilakukan karena adat dan kebiasaan.
Tindakan efektif seringkali dilakukan tanpa perencanaan yang matang dan kesadaran penuh. Perbuatan ini terjadi karena adanya hasutan perasaan atau emosi dalam diri pelaku.
Bentuk interaksi sosial
Berikut beberapa bentuk interaksi sosial, yaitu:
-
Proses/interaksi sosial asosiatif
Ini adalah proses sosial yang mengarah pada persatuan dan kerja sama. Proses ini juga dikenal sebagai proses positif. Beberapa proses sosial yang bersifat asosiatif adalah:
- Akulturasi
Merupakan proses sosial yang timbul sebagai akibat dari budaya asing/budaya lain, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya sendiri.
Proses asimilasi terjadi ketika dalam masyarakat terdapat perbedaan budaya antara kedua belah pihak, terjadi proses saling adaptasi, terjadi interaksi yang intens antara kedua belah pihak.
Merupakan bentuk terpenting dalam proses interaksi sosial karena interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang/kelompok orang bertujuan untuk memenuhi kepentingan/kebutuhan bersama.
Sebagai proses upaya masyarakat untuk meredakan atau menyelesaikan konflik guna mencapai stabilitas.
-
Proses/interaksi sosial disosiatif
Interaksi sosiallah yang menyebabkan perpecahan. Ada beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif, yaitu:
- Konflik/oposisi sosial
Dapat diartikan sebagai proses antara dua orang atau lebih, atau kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkan atau membuat mereka tidak berdaya.
Ini adalah proses sosial yang melibatkan pencarian keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada saat tertentu menjadi pusat perhatian publik, tanpa ancaman/kekerasan.
Ini adalah proses sosial yang posisinya antara kompetisi dan konflik. Kontroversi dapat berupa ketidakpuasan, baik secara terbuka maupun diam-diam.
Bibliografi:
- Effendi, Ridwan dan Eli Malihah. (2007). Pendidikan sosial budaya dan teknologi tentang lingkungan. Bandung: Yasindo Multi Aspek
- Hermawan, Ruswandi dan Kanda Rukandi. (2007). Perspektif sosial budaya. Bandung: UPI PRESS
- Hermawan, Ruswandi dkk. (2006). perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Bandung: UPI PRESS
- Kuswanto dan Bambang Siswanto. (2003). sosiologi. Solo: Tiga Triad
Demikian penjelasan IPS-sosiologi
Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!
Baca artikel lainnya:
Web Seputar Pengetahuan
