Contents

Pengertian Litosfer

Contoh fenomena litosfer – Litosfer merupakan salah satu lapisan bumiyang merupakan bagian dari lapisan terluar bumi.  Fenomena ini bisa berarti juga bahwa lapisan terluar dari kerak bumi berupa batuan dan mineral. Litosfer secara tidak kita sadari bergerak secara dinamis dan teratur. Pergerakan ini akibat dari pengaruh lapisan Astensfer yang ada di bawahnya dengan mengirimkan panas yang menyebabkan kerakbumi ini bergerak.

5 Contoh Fenomena Litosfer

Berikut contoh fenomena litoster simak dibawah ini:

  • Gempa Bumi  merupakan sebuah kejadia bergetarnya permukaan bumi akibat dari pergerakan lempeng tektonik yang disebabkan oleh panas yang ada di dalamnya.
  • Erosi adalah peristiwa terkikisnya lapisan atau material yang disebabkan oleh angin, air, atau juga es. Erosi ini bis menimbulkan sebuah karakteristik baru di permukaan bumi atau lapisan bumi.
  • Longsor merupakan peristiwa bergeraknya lapisan tanah sebagi akibat dari tidak kuatnya material itu menyangga lapisan di atasnya.
    Sedimentasi ialah sebuah kejadian mengendapnya material yang terbawa oleh air atau angin dan membentuk sebuah fenomena baru di permukaan bumi
  • Pelapukan yaitu sebuah peristiwa rusaknya batuan karena adanya faktor dari luar seperti proses kimiawi, atau organik. Pelapukan menyebabkan sebuah material batuan menjadi hancur.

Material Pembentukan Litosfer

Apa Saja Proses Dalam Lapisan Litosfer? - Kelas Pintar

Batuan pembentuk litosfer

Jenis-jenis batuan pembentuk litosfer. batuan beku terbagi menjadi 3:

a. Batuan Beku Dalam (Plutonik)

Ini merupakan jenis batuan yang mengalami pembekuan saat masih berada di dalam Bumi atau dapur magma. Pembekuannya itu lama banget sehingga menghasilkan kristal yang sempurna. Contoh batuannya ada granit, diorit, gabro, dan peridotit.

b. Batuan Beku Korok (Hypo-abyss)

Jenis batuan yang mengalami pembekuan di gang atau saluran gunung berapi. Pembekuannya relatif lebih cepat dari batuan plutonik karena suhunya nggak sepanas di dapur magma. Contoh batuannya ada granit profirit dan diorit profirit.

c. Batuan Beku Luar (Efusif)

Pembekuan pada batuan ini terjadi ketika magma sudah keluar dan menjadi lava. Sebelum membeku, batuan mengalami proses vulkanisme terlebih dulu. Prosesnya pembekuannya sendiri cepat banget sehingga nggak mengkristal. Contoh batuannya ada basalt, andesit, obsidian, dan batu apung.

Fungsi Litosfer

letak litosfer berada di paling atas atau terluar, maka akan sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia di muka bumi. Fungsi-fungsi Listoster itu seperti:

  • Tempat untuk makhluk hidup tinggal, termasuk manusia.
  • Menyediakan bahan-bahan makanan bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup.
  • Batuan dari lapisan litosfer bisa digunakan untuk kegiatan industri.
  • Susunan bisa menjadi sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia.
  • Mineral bisa dimanfaatkan sebagai bahan-bahan dasar kebutuhan manusia, seperti bahan bangunan, barang elektronik, perhiasan, serta peralatan rumah tangga.

Baca Juga: Indonesia Sudah Memiliki 5G

Batuan Sedimen

Batuan mineral yang terbentuk di permukaan bumi dan mengalami pelapukan. Mengalami sedimentasi dan terjadilah proses diagenesis yang menyebabkan endapan tersebut mengeras dan terjadi batuan sedimen.

Batuan sedimen berdasarkan dengan cara pengendapannya, sedimen diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu:

  • Batuan Sedimen Organik

Batuan sedimen organik ini adalah batuan sedimen yang terbentuk karena diendapkan oleh suatu organisme. Contoh dari batuan sedimen organik adalah batubara dan batu karang.

  • Batuan Sedimen Klastis

Sedimen klastis ini merupakan hasil akumulasi dari pecahan batuan dan sisa kerangka-kerangka dari organisme yang telah mati.

  • Sedimen Kimiawi 

adalah jenis batuan sedimen yang terbentuk karena diendapkan secara kimiawi.

Batuan metamorf

Kelompok batuan hasil transformasi dari satu tipe ke tipe sebelumnya. batuan metamorf mrupakan bagian dari kerak bumi dan diklasifikassikan berdasarkan terksturnya. Batuan jenis ini terbentuk akibat berada dalam kedalaman tinggi, mengalami suhu tinggi dan tekanan besar dari lapisan batuan di atasnya.

Demikianlah pembahasan tentang Contoh Fenomena Litosfer beserta dengan penjelasan mengenai material penyusunnya. Semoga bermanfaat untuk anda semua, Terimakasih yang sudah baca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *