Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu Hai”Minyak mentah“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Pemrosesan minyak

Bumi memiliki banyak lapisan struktur. Setiap lapisan tanah memiliki fungsi yang berbeda. Salah satunya menyimpan minyak. Minyak adalah minyak yang berasal dari pelapukan makhluk hidup yang terjadi jutaan tahun yang lalu. Makhluk hidup yang mengalami pelapukan akan diselimuti partikel sedimen. Material sedimen adalah material yang dibawa oleh air, angin atau gletser. Proses ini disebut proses sedimentasi.

Akibat perselingkuhan ini, minyak ditemukan di negara tersebut. Minyak dapat ditemukan dan dikumpulkan dengan berbagai cara. Minyak mentah paling mudah ditemukan pada tanah yang memiliki patahan mendatar. Patahan mendatar adalah patahan pada kerak bumi yang terjadi akibat adanya gaya horizontal. Sesar ini, yang meninggalkan retakan di permukaan bumi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai bentuk relief di permukaan bumi. Kerupuk ini menyimpan beberapa kantong minyak tanah berkualitas baik. Retakan ini tidak hanya terjadi di darat. Tapi itu juga bisa muncul di laut.

Karena berasal dari keausan keseimbangan makhluk hidup yang berlangsung paling lama, minyak merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sebagai sumber daya alam, minyak bumi memiliki banyak manfaat bagi manusia. Hanya saja, butuh waktu dan proses untuk menghasilkan minyak yang bermanfaat.


Contents

Proses pemurnian minyak

Minyak mentah harus diproses melalui 2 tahap agar menjadi bahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan manusia. Kedua langkah ini saling berhubungan untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Berikut adalah beberapa teknik penyulingan minyak:


1. Tahap pertama

Fase ini disebut fase primer, pada fase ini minyak dipisahkan menurut fraksinya. Fraksi ini dipisahkan menurut titik didihnya. Semakin tinggi titik didihnya, semakin cair minyaknya. Juga, jika turun, itu akan berubah menjadi uap lagi. Proses ini menggunakan teknik penyulingan yang terus meningkat. Dimana minyak dipanaskan dalam pipa besar. Faksi akan muncul dari dalam pipa ini. Pada tahap ini, uap akan dialirkan melalui sebuah tabung yang dikenal dengan bubble tower. Di menara gelembung ini terdapat tabung horizontal yang bertanggung jawab untuk mengumumkan hasil dari masing-masing faksi. pada tabung gelembung, semakin tinggi suhunya, semakin rendah suhunya. Jadi ada gas karbon di bagian paling atas menara yang digelembungkan. Ada 7 faksi dalam proses tahap pertama ini, yaitu:


1. Golongan pertama

Fraksi yang dihasilkan sangat ringan. Suhu yang dihasilkan kurang dari 30 derajat Celcius. Pada tahap ini pembelajaran yang didapat adalah LNG. Bahan ini mengandung senyawa kimia propana (C3H8) dan butana (C4H10). Serta LPG (liquefied petroleum gas) yang mengandung senyawa kimia metana (CH4) dan etana (C2H6).


2. Golongan kedua

Pada resistensi ini, petroleum eter terbentuk. Suhu yang dihasilkan antara 30 derajat dan 90 derajat Celcius. Bahan ini bisa disebut bensin ringan. Pada tahap ini, senyawa yang dihasilkan berupa campuran alkana dengan rantai CHH12 hingga C6H14.


3. Golongan ketiga

Tahap ini menghasilkan bensin. Suhu pada fase ini berkisar antara 90 derajat hingga 175 derajat Celcius. Campuran alkana pada fase ini memiliki senyawa kimia dengan rantai C5H14 hingga C9H20


4. Golongan keempat

Tahap ini menghasilkan bensin. Suhu yang dihasilkan berkisar antara 175 derajat hingga 200 derajat Celcius. Minyak bumi juga bisa disebut bensin berat. Ia memiliki kombinasi alkana dengan rantai C9H20 hingga C12H26


5. Golongan kelima

Pada tahap ini yang terjadi adalah korosi. Minyak tanah juga dikenal sebagai minyak tanah. Suhu yang dihasilkan berkisar antara 175 derajat hingga 275 derajat Celcius. Minyak tanah memiliki kombinasi alkana dengan rantai C12H26 hingga C15H32.


6. Fraksi keenam

Tahap ini menghasilkan solar. Memiliki suhu antara 250 derajat hingga 375 derajat Celcius. Deisel juga bisa disebut minyak diesel. Diesel memiliki kombinasi alkana dengan rantai C15H32 hingga C16H36.


7. Fraksi Ketujuh

Di faksi ini, pelajaran yang didapat memiliki suhu yang sangat tinggi dan terletak di bagian paling bawah menara. Suhu pada tahap ini lebih dari 375 derajat Celcius. Pada fase ini diperoleh 2 hasil. Yakni yang menguap dan yang tidak menguap. Pada yang tidak menguap, menghasilkan aspal minyak bumi dan arang. Sedangkan yang lupa akan memproduksi pelumas dan parafin sebagai bahan pembuatan lilin.


2. Tahap kedua

Tahap kedua merupakan tahap lanjutan dari tahap pertama. Pada tahap ini, senyawa yang diperoleh pada tahap pertama akan diolah kembali, sehingga menghasilkan senyawa yang bermanfaat bagi manusia. Pada tahap ini dapat menghasilkan bahan bakar minyak maupun non bahan bakar minyak. Untuk mendapatkan hasil lanjutan dari tahap pertama, perubahan struktur kimia dilakukan melalui dekomposisi molekuler, perubahan atau kombinasi antara dua molekul. Pada fase kedua ini terdapat 4 fase. Dia:


1. Konversi

Pada fase ini, senyawa kimia yang diperoleh pada fase pertama diubah. Perubahan ini menggunakan 5 jenis mode. Dia:

  • Alkalisasi : Tahap ini adalah penyambungan 2 jenis hidrokarbon dengan teknik kimia. Pada tahap ini dapat menghasilkan bensin dan avgas oktan rendah.
  • Cracking: memecah hidrokarbon menjadi molekul yang lebih kecil menggunakan suhu dan tekanan tertinggi. Yang diperoleh dalam proses ini adalah LPG, minyak tanah naftalena, avtur dan solar.
  • Polimerisasi: Proses ini menggabungkan 2 molekul menjadi satu. Dalam proses ini, sebuah molekul yang merupakan polimer akan dirakit. Pada proses ini penggabungan hidrokarbon dilakukan dalam bentuk gas sehingga menjadi minyak ringan.
  • Reforming: Pada proses ini, mild thermal yang terkandung dalam bensin akan diolah sehingga menghasilkan oktan yang lebih tinggi dan mudah menguap.
  • Isomerisasi: Susunan atom dalam fase ini akan berubah. Pada tahap ini terjadi perubahan atom dari N-butana menjadi iso-butana. Oktan yang diperoleh pada fase ini lebih tinggi. Selain itu, senyawa yang diperoleh pada fase ini dapat digunakan sebagai bahan baku proses alkalisasi.

2. Ekstraksi

Fase ini juga bisa disebut fase pemisahan. Pada fase ini dilakukan pemisahan menurut kelarutannya. Zat yang menjadi pelarut adalah pelarut atau furfural. Dengan proses ini, jumlah yang akan didapat akan semakin banyak dengan bobot yang lebih baik.


3. Kristalisasi

Kristalisasi juga pemisahan. Bedanya, pemisahan dilakukan pada titik leleh melalui proses pendinginan. Pemisahan ini menghasilkan produk dengan bobot yang lebih baik. Pada fase ini diproduksi bahan baku plastik, bahan baku kosmetik, bahan baku insektisida, bahan baku lilin dan solar dengan jumlah paraffin yang berkurang akibat pengaruh proses ini.


4. Perawatan atau pembersihan

Pembersihan adalah tahap akhir dari seluruh sistem pemurnian minyak. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan kontaminasi dari zat-zat yang tidak mendesak atau berbahaya bagi manusia. Pada tahap ini diperlukan soda api, alat-alat yang digiling atau melalui proses hidrogenasi.


Hasil pengolahan minyak mentah

Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang dapat menghasilkan banyak produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, dengan melewati dua tahap di atas, kualitas produk yang diperoleh menjadi lebih tinggi dengan bobot yang lebih baik. Minyak tidak hanya digunakan sebagai bahan bakar, tetapi juga dapat digunakan untuk keperluan lain. Berikut ini adalah beberapa contoh produk yang berasal dari minyak bumi.

  • LPG : Sebagai bahan bakar memasak
  • Bensin : Sebagai bahan bakar kendaraan bermotor
  • Penulis: Bahan bakar penerbangan yang digunakan oleh mesin turbin
  • Avgas : Bahan bakar untuk pesawat yang menggunakan mesin piston
  • Solar: Bahan bakar untuk kendaraan darat maupun kendaraan laut seperti kapal motor.
  • Asphalt: Bahan yang digunakan sebagai aspal untuk jalan.

Penggunaan minyak untuk manusia

Minyak adalah sumber daya alam. Meski tidak terbarukan, karena paling banyak digunakan, orang terus mengambilnya dari bumi. Salah satu kegunaan minyak adalah sebagai bahan bakar. Semua kendaraan bermotor, baik laut, udara maupun darat, membutuhkan bahan bakar untuk menjalankan mesinnya. Dan semua bahan bakar berasal dari minyak bumi olahan, termasuk bensin, solar, dan avtur yang digunakan untuk bahan bakar pesawat terbang. Sedangkan untuk jenis non BBM, minyak bumi digunakan sebagai bahan campuran produk kosmetik, bahan pembuat plastik dan bahan pembuat lilin.

Meskipun minyak memiliki banyak manfaat bagi manusia, minyak merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sehingga jika dikumpulkan terus menerus, lama kelamaan cadangan minyak akan hilang. Dianjurkan untuk menggunakan produk minyak bumi secara cerdas. Pasalnya, bahan bakar yang bisa digunakan sebagai pengganti oli masih dalam tahap penelitian. Oleh karena itu, perlu menabung, untuk masa depan yang lebih baik.


Demikian penjelasan IPS-Geografi HAI 11 Penyulingan Minyak Mentah: Hasil dan Penggunaan

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca artikel lainnya:

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *