Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran sejarah yaitu Hai”Peninggalan Kerajaan Demak“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah dengan pemerintahan dari tahun 1500 sampai dengan tahun 1518 ketika naik tahta beliau diberi gelar Sultan Alam Akbar al Fatah. Dari Babad Jawa, Raden Patah adalah putra dari Brawijaya V yang merupakan raja terakhir Kerajaan Majapahit dengan putri Perkemahannya. Raden Patah kemudian mulai mengatur kekuatan armada laut sehingga menjadi sangat kuat.
Demak pun turut membantu Malaka yang saat itu dikuasai Portugis karena kepentingan Kerajaan Demak dirusak oleh kehadiran Portugis di Malaka, namun sayang penyerangan yang dilakukan Demak tidak berhasil. Raden Patah kemudian digantikan oleh Adipati Unus dengan masa pemerintahan dari tahun 1518 sampai 1521 dan Adipati Unus meninggal tanpa meninggalkan seorang anak dan digantikan oleh adiknya Pangeran Sekar Seda Lepen.
Keberadaan Kerajaan Demak dikuatkan dengan bukti-bukti yang ditemukan, sebagian berupa bangunan, dan sebagian lagi berupa harta benda bernuansa Islami. Peninggalan tersebut adalah Gerbang Pucat, Masjid Agung Demak, Soko Guru, Kentongan, Bedug, almaksurah, tempat kolam wudhu berada, serta sajian Sunan Kalijogo dan beberapa peninggalan lainnya.
Contents
Peninggalan Kerajaan Demak
Berikut ini adalah beberapa peninggalan kerajaan Demak, yaitu:
-
Masjid Agung Demak

Peninggalan selanjutnya dari kerajaan Demak adalah Masjid Agung di Demak. Masjid Agung Demak didirikan pada tahun 1479 M, yang kini berusia sekitar 6 abad, namun masih kokoh karena telah beberapa kali direnovasi. Masjid Agung Demak bukan hanya peninggalan sejarah kerajaan Demak, namun pernah menjadi pusat ajaran dan syiar Islam.
Masjid ini konon berasal dari keberadaan kerajaan Demak Bintoro. Secara geografis, Masjid Agung Demak terletak di Desa Kauman, Kabupaten Demak Kota, Kabupaten Demak Kota, Jawa Tengah. Arsitektur masjid ini terlihat berbeda dengan arsitektur masjid yang ada saat ini, Masjid Agung Demak menggunakan perpaduan gaya budaya Jawa Tengahan yang sangat kental, dan ornamen yang terdapat pada Masjid Agung Demak juga menggambarkan hubungan Jawa dan Jawa. Islam.
Masjid Agung Demak memiliki luas 31 x 31 meter persegi, di sebelah Masjid Agung Demak terdapat teras berukuran 31 x 15 meter persegi dan panjang 35 x 3 meter. Serambi terbuka masjid dan bangunan masjid memiliki total 128 pilar. Tiang penyangga tersebut berjumlah 4 buah, sedangkan jumlah tiang penyangga bangunan berjumlah 50 buah, tiang penyangga teras berjumlah 28 buah dan sekelilingnya terdapat 16 tiang penyangga. Bentuk Masjid Demak menggunakan kayu berbentuk bulat dengan beberapa lekukan. Di dalam masjid juga menggunakan kayu dengan ukiran yang juga terlihat sangat artistik dan indah.
-
Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru atau Soko Tatal adalah tiang Masjid Agung Demak yang terbuat dari kayu dengan diameter 1 meter dan berjumlah 4 buah. Semua Soko Guru dibuat oleh Sunan Kalijogo dan menurut cerita Sunan Kalijogo baru saja menyelesaikan 3 pilar dan Masjid Agung Demak sudah dibangun dan mulai memasuki tahap atap.
Maka karena terdesak oleh waktu, Sunan Kalijogo kemudian mengumpulkan serpihan atau kulit kayu dari pahatan 3 pilar guru yang tersisa untuk dijadikan 1 pilar guru baru dengan menggunakan kekuatan spiritual yang dimiliki oleh Sunan Kalijogo dan oleh karena itu pilar tersebut dinamakan pilar. .
-
Bedug dan Kentongan

Bedug dan kentongan juga digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan orang di sekitar masjid untuk menandai dimulainya waktu sholat. Kedua benda tersebut ditemukan di Masjid Agung Demak berbentuk tapal kuda dengan filosofi bahwa masyarakat sekitar masjid harus datang untuk sholat ketika dibunyikan atau dipukul. Gendang dan kentongan merupakan peninggalan sejarah kerajaan Demak yang masih dapat dilihat hingga saat ini.
-
Situs Kolam Wudhu

Kolam wudhu terletak di halaman Masjid Raya Demak dan dulunya berfungsi sebagai tempat wudhu bagi jamaah dan santri yang akan sholat, namun sekarang kolam wudhu ini tidak lagi digunakan sebagai tempat wudhu pada saat hendak. berdoa.
-
Surya Majapahit

Kerajaan selanjutnya dari Kerajaan Demak adalah Surya Majapahit. Surya Majapahit adalah ornamen segi delapan yang sangat terkenal pada zaman Majapahit. Beberapa ahli sejarah memperkirakan benda tersebut merupakan lambang kerajaan Majapahit, sedangkan Surya Majapahit yang terletak di Masjid Agung Demak dibuat pada tahun 1401 Saka atau 1479 Masehi.
-
Pawestren

Peninggalan Kerajaan Demak Dari sejarah Kerajaan Demak disebutkan bahwa pemahaman Islam pada masa itu sudah maju dan jamaah shalat laki-laki dan perempuan dipisahkan. Tempat salat berjamaah disebut pawestren.
Pawestern ini merupakan bangunan dengan 8 tiang yang terdiri dari 4 tiang utama dalam balok penyangga bersusun tiga dengan ukiran motif Majapahit. Diyakini bahwa motif maxura dari tahun 1866 diciptakan pada masa Arya Purbaningrat.
-
Serambi Majapahit

Teras dekat Masjid Agung Demak terlihat sangat indah dengan arsitektur unik dan kuno yang memiliki makna sejarah di dalamnya. Dari sejarah Kerajaan Demak, teras Majapahit ini memiliki 8 paviliun bertiang peninggalan Kerajaan Majapahit, namun ketika Kerajaan Majapahit runtuh, beberapa peninggalan tersebut tidak lagi dipertahankan, sehingga Adipati Unus membawa pusaka tersebut ke Demak yang kini terpasang. di teras Masjid Agung Demak dan masih bisa dilihat sampai sekarang.
-
Mihrab

Mihrab yang merupakan tempat imamat juga merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang bergambar intrik Condus Sengkol. Prasasti Senggolo Condro artinya Sariro Hening Kiblat Gusti 1401 Saka atau 1479 Masehi. Ini mengarah pada kesimpulan bahwa pada masa kerajaan Demak mereka juga mengenal mihrab atau imam yang melukis hiasan tertentu yang mewakili akulturasi budaya Islam dan Jawa.
-
Peredam Kencono

Dari segi sejarah, Dampar Kencono merupakan peninggalan kerajaan Majapahit, karena Dampar merupakan pemberian Raja Bhrawijaya kepada V yaitu Raden Kertabumi untuk Raden Patah yang merupakan raja pertama kerajaan Demak, sehingga para ahli sejarah mengatakan bahwa pada akhir di kerajaan Majapahit, banyak orang memeluk Islam.
-
Makam Sunan Kaliđag

Makam Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu dari 9 Sunan WaliSang yang berdakwah di seluruh wilayah Jawa. Sunan Kalijaga wafat pada tahun 1520 dan dimakamkan di desa Kadilangu yang terletak di dekat kota Demak.
Makam Sunan Kalijogo kini menjadi tempat yang sering dikunjungi para peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah di tanah air, dan juga merupakan salah satu peninggalan kerajaan Demak.
Banyak orang yang datang untuk tujuan ziarah dan juga berdoa, dapat diberikan manfaat dan keberkahan melalui doa ini. Situs ini dikelola dengan sangat baik oleh pengelolanya sehingga pengunjung atau peziarah merasa nyaman saat beribadah dan beribadah.
-
Maksura

Maksurah adalah kaligrafi yang diukir dari ayat-ayat Alquran yang digunakan sebagai dinding interior Masjid Agung Demak. Maksura ini dibangun pada masa pemerintahan Ari Purbaningrat yang merupakan Adipati Demak pada tahun 1866 dan kaligrafi ini berbicara tentang keesaan Tuhan.
-
Peredam Kencana
Kerajaan Demak selanjutnya adalah Dampar Kencana. Dampar Kencana adalah singgasana Sultan Demak yang kemudian digunakan sebagai mimbar di Masjid Agung Demak. Mimbar ini sudah tidak terpakai lagi dan disimpan di museum Masjid Agung Demak agar tidak rusak.
-
Papan kampa

Piring Campa adalah 65 piring porselen yang saat ini diletakkan di dinding bagian dalam Masjid Agung di Demak. Seperti namanya, piring ini merupakan pemberian dari putri Campa, ibu dari Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak.
-
Pintu Bledeg

Peninggalan Kerajaan Demak, Gerbang Pucat atau Gerbang Petir merupakan gerbang yang dilengkapi dengan arca yang dibangun pada tahun 1466 oleh Ki Ageng Selo. Menurut cerita yang beredar, Pintu Bledeka menciptakan Ki Ageng Selo dengan sambaran petir menggunakan kesaktiannya saat tertangkap di tengah sawah.
Pintu tersebut kemudian dibawa pulang dan dibawa ke Raden Patah, kemudian pintu tersebut digunakan untuk pintu masuk utama Masjid Agung di Demak yang mulai rusak sehingga disimpan di Museum dekat Masjid Agung di Demak.
-
Falcon Majapahit

Delapan pilar ini terletak di serambi masjid. Benda kuno ini merupakan pemberian dari Raja Brawijaya V Raden Kertabumi yang diberikan kepada Raden Fatah saat menjadi Adipati Notoproj di Glagahwanga Bintoro Demak pada tahun 1475.
Bibliografi:
- Adnan Sekecake, Peta dan kerajaan Demak, Senin, 08 Februari 2016 pukul 20.00 WIB
- Ahmad al-Usairy, 2003. Sejarah Islam dari zaman Nabi Adam hingga abad ke-20Jakarta: Akbar Media Eka Sarana
- Habib Mustopo dkk., 2007. Sejarah gimnasium kelas XIJakarta : Yudistira
- HJ De Graaf dan TH. Pigeaud, 2003. Kerajaan Islam pertama di Jawa, Jakarta: PT. Perpustakaan grafiti utama
- Ignaz Kingkin Teja Angkasa dkk, 2007, Sejarah untuk SMA/SMA Kelas XI IPSJakarta: Grasindo
- Dan Wayan Badrika, 2006. Sejarah untuk kelas XI SMAJakarta: Erlangga
- Nana Supriatna, 2007. Sejarah untuk kelas XI SMABandung : Grafindo Media Pratama
- ridwanaz, Sejarah Islam di Indonesia (Kerajaan Demak)http://ridwanaz.com, Minggu 07 Februari 2016, 14:00
- Syafi’i dan Sabil Huda, 1987. sejarah dan budaya islam untuk kelas 3 mts, Bandung: CV. ARMICO
Demikian penjelasan IPS-sejarah HAI 15 Peninggalan Kerajaan Demak, Penjelasan dan Gambarnya
Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!
Baca artikel lainnya:
