Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran sejarah yaitu Hai”Lagu Wajib Nasional“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

9 Penggubah Lagu Wajib Nasional Indonesia

Contents

9 Penggubah Lagu Wajib Nasional Indonesia

Lagu perjuangan indonesia adalah musik yang diciptakan untuk tujuan negara. Lirik lagu harus mengandung unsur yang dapat membangkitkan semangat juang. Terutama bagi para pejuang di masa kolonial. Berikut ini adalah beberapa pencipta lagu wajib nasional Indonesia, antara lain:


1.WR. Supratman (1903-1938)

Penulis: Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

WR.  Supratman

setelah mereka mulai dia membaca koran Fajar Asia. Artikel tersebut menyatakan ‘apakah ada komponis bangsa kita yang mampu menciptakan lagu ‘Kebangsaan Indonesia’ yang dapat membangkitkan semangat rakyat. Tak lama kemudian, ia berhasil menggubah lagu Indonesia Raya setelah berkonsultasi dengan Presiden Persatuan Pelajar Indonesia A. Sigita, Sugonda Gjojo Puspita dan Monomutu. Setelah mendapat izin dari ketua kongres pemuda pada 28 Oktober 1928, karya monumental “Indonesia Raya” pertama kali dinyanyikan di gedung Indonesische Club, Jalan Kramat 106, Jakarta, setelah pengambilan sumpah pemuda.

Seiring lagu yang menggema merdu hingga para peserta kongres pemuda berpidato luar biasa, Supratman mendapat ucapan selamat dan pelukan dari rekan-rekannya. Sebagai karya monumental lambang negara pada 17 Agustus 1945 setelah pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno, lagu Indonesia Raya dikumandangkan mengiringi bendera merah putih sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia di Pegangsaan. Timur Jakarta. .

Atas jasa-jasanya menggubah lagu ‘Nasional Indonesia Raya’ pada 28 Oktober 1953, almarhum WR Supratman dianugerahi Bintang Maha Putera Kelas III oleh Pemerintah Republik Indonesia. Kemudian, untuk mengenang hasil perjuangannya menciptakan lagu ‘Kebangsaan Indonesia Raya’, ulang tahun WR Supratman pada 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional oleh pemerintah Indonesia.


2. Kusbini (1910-1991)

pencipta: lagu ‘Untukmu Negeri’

Cousbini

sebagai simbol simbolik penandatangan sumpah sebagai kepala negara dan pejabat yang mengabdi dan berbakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lagu ini diciptakan atas permintaan Soekarno untuk mengimbangi lagu-lagu propaganda Jepang yang sedang populer saat itu. Kusbini bekerja sebagai pemain biola dan penyiar taman kanak-kanak bersama Ibu Sud di Radio Houso Kanri Kyoku.

Menurut Ki Suratman, 1943-1944. pemerintah Jepang melarang pemutaran lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, sehingga lagu ‘Untukmu Neg’ri’ dirilis sebagai pengganti sementara lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Lagu ini berperan pada masa Revolusi Indonesia 1945. Atas jasa-jasanya di bidang musik, Kusbini dianugerahi Penghargaan Seni dari Pemerintah Republik Indonesia.


3. Kornel Simanjuntak (1920-1946)

pencipta: lagu ‘Maju Tak Gentar’

Cornel Simanjuntak

asal usul lagu Mayu Putra Putri Propaganda Indonesia Jepang. Untuk mendukung revolusi 1945, pencipta mengubah judul dan teks menjadi bentuknya yang sekarang, yaitu memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus setiap tahun. Puisi ini bertujuan untuk memotivasi orang-orang perang dunia untuk membangkitkan semangat bela tanah air, yang pada kenyataannya sering menggambarkan pertempuran melawan sekutu yang tidak setara dan Belanda. Menurut Franz Seda dan Alex Rumambi, lagu ini menjadi tenar di barisan depan Tentara Pelajar Yogyakarta yang berhasil mengobarkan semangat para pejuang di medan perang.

Lagu ‘Maju Tak Gentar’ menggambarkan kegagahan pria dengan peralatan seadanya melawan Belanda yang bersenjata lengkap dan modern, namun dengan semangat lagu ini mampu mengangkat para pejuang ke garis depan.


4. Ismail Marzuki (1913-1958)

Pencipta: lagu ‘Hallo-hallo Bandung’

Ismail Marzuki

Lagu ini sangat populer di bawah komando HA Nasution dengan sandi Operasi Bandung merebut kembali pada tanggal 24 Maret 1946 melawan pasukan Belanda dan Sekutu.

Lagu ini bersifat lokal di tingkat nasional, mampu menunjukkan jati diri bangsa dengan berani memotivasi perjuangan rakyat Jawa Barat mengusir penjajah. Lagu ini bergema setiap tahun pada perayaan HUT RI 17 Agustus dan memperingati Bandung Lautan Api setiap 24 Maret di Bandung.


5. Bintang Sudibyo atau Ibu Agung (1908-1993)

Pencipta: lagu Indonesia harus dan berjuang

Pengadilan Ibu

Salah satu perempuan nasionalisme yang menggubah lagu perjuangan ‘Berkibarlah Benderaku’ ini dinyanyikan setiap tanggal 17 Agustus dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia. Lagu ini diangkat dari kisah nyata pada masa Revolusi Indonesia tahun 1945, setelah menyaksikan pengalaman Yusup Rono Dipur, pelaku sejarah rekaman teks proklamasi adalah pimpinan RRI yang terus berjaket merah putih. di halaman kantornya, meski ada ancaman senjata oleh penjajah.

Atas jasa-jasanya di bidang musik, mendiang Ibu Sud mendapatkan Penghargaan Bintang Budaya Paramadharma dari pemerintah Indonesia pada tahun 2007. Selain itu, Ibu Sud dikenal sebagai penyiar radio dan pencipta lagu anak.


6. Liberty Manik (1924-1993)

Pencipta: Lagu ‘Satu Nusa Satu Bangsa’

Liberty Manik

pemain biola, penyanyi, penyiar radio RRI Yogyakarta, penulis buku dan jurnalis majalah Arena di bawah pimpinan Usmar Ismail pada tahun 1946. Lagu ini tercipta setelah menyaksikan semangat perjuangan rakyat mempertahankan kemerdekaan, sehingga lagu ini mengandung semangat untuk bangsa persatuan dan kesatuan.

Lagu ‘Satu Nusa Satu Bangsa’ pertama kali terdengar di radio pada tahun 1947, saat ia bekerja di RRI Yogyakarta saat panasnya Agresi Belanda I. Ia dianugerahi bintang Budaya Paramadharma oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2007 untuk karya-karya monumentalnya di bidang musik. .


7. Husein Mutahar (1916-2004)

Pencipta: Lagu ‘Thanksgiving’

Husain Mutahar

Semacam lagu syukur diciptakan dan dipersiapkan untuk menyambut kemerdekaan Republik Indonesia, yang menurutnya hampir tercapai Lagu ini pertama kali dinyanyikan pada tahun 1946 di Istana Gedung Agung Yogyakarta. H. Mutahar adalah tokoh utama berdirinya gerakan pramuka Indonesia dan perancang paskibrak pertama di Indonesia yang anggotanya adalah pelajar dari berbagai daerah.

H. Mutahar adalah Mayor di Angkatan Laut, bertugas dengan Bintang Gerilya pada tahun 1948-1949, dan Mahaputera Bintang menyelamatkan bendera Pusak dari tangan pendudukan Belanda di Yogyakarta.


8.Dr. HC. Alfred Simanjuntak (1920)

Pencipta: lagu ‘Awaken Youth Youth’

Ph.D.  HC.  Alfred Simanjuntak

itu berfungsi sebagai kontra-propaganda untuk Jepang meskipun dia bekerja sebagai guru hampir sepanjang hidupnya. Saat menulis puisi ini pada tahun 1943, ia bekerja sebagai guru di sekolah rakyat Indonesia Sempurna di Semarang, sekolah yang berlandaskan semangat leluhur yang didirikan oleh DR. Barder Đohan, Tn. Wongsonegoro dan Prada Harahap.

Ia menggubah lagu ‘Wake Up Youth Youth’ dalam suasana hati seorang anak bermasalah di negara jajahan. Ide lagu ini muncul pada tahun 1945, ketika rasa ingin merdeka sangat kuat saat bertemu teman, para pemuda bertukar salam kemerdekaan, kata Alfred Simanjuntak. Yakni, menurut pengakuannya, lagu tersebut nyaris membahayakan nyawanya.

Karena lagunya yang dianggap patriotik, nama Alfredo Simanjuntak masuk dalam daftar orang yang ingin dibunuh Kempetai Jepang karena lagunya dianggap anti propaganda Jepang.


9. Amir Pasaribu

Pencipta: Lagu ‘Andika Bayangan’

Amir Pasaribu

Ia adalah seorang komposer dan pelopor musik klasik Indonesia. Mars Deville ABRI ‘Andika Bhayangkari’ terdengar saat momen pengumuman pada 17 Agustus lalu di Istana Negara. Amir Pasaribu memberikan kontribusinya di bidang musik sebagai tanda kehormatan bagi Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri pada 15 Agustus 2002 dengan memberikan Penghargaan Bintang Budaya Paradharma.


Demikian penjelasan IPS-sejarah HAI 9 Penggubah Lagu Wajib Nasional Indonesia

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca artikel lainnya:


Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *