Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Di sini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu Hai”Penebangan liar“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Bagaimana-Mencegah-Pemotongan-Ilegal

Hutan merupakan rumah bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang terdapat di seluruh dunia. Hampir sebagian besar hutan dunia diklasifikasikan sebagai hutan hujan tropis, termasuk hutan Indonesia dan Amazon. Tidak hanya itu, hutan memberikan berbagai manfaat bagi semua makhluk hidup seperti menyediakan sumber energi alam seperti air dan hasil hutan lainnya, penghasil oksigen alami, penyeimbang siklus (siklus hidrologi, siklus karbon), mencegah longsor dan erosi dan masih banyak lagi lainnya.

Seiring berjalannya waktu, populasi manusia di Bumi terus bertambah. Tak heran, banyak hutan yang berubah menjadi kawasan pemukiman untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal manusia. Berbagai tindakan telah dicoba untuk ini, salah satunya adalah penebangan.

Deforestasi atau lebih dikenal deforestasi adalah tindakan perusakan hutan dengan cara penebangan pohon secara liar atau berlebihan. Dampaknya, kawasan hutan tampak “telanjang” atau tidak ada lagi tumbuhan yang tumbuh di kawasan tersebut. Yakni, menebang tanaman di hutan diperbolehkan, hanya saja ada beberapa ketentuan saat menebang tanaman. Ada sebuah kawasan di Indonesia yang disebut Hutan Cipta. Hutan penciptaan telah dibuat

sebagai kawasan yang akan diambil hasil alamnya yaitu kayu. Di hutan kreatif, tidak semua tanaman ditebang, tetapi hanya tanaman yang telah mencapai umur tertentu yang dapat ditebang di area tersebut, atau dapat dilakukan tebang pilih.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, deforestasi atau penebangan liar masih menimbulkan kebisingan. Hasil hutan berupa kayu memiliki nilai murah yang cukup besar di pasaran. Oleh karena itu tidak heran jika banyak pihak yang rela melakukan kegiatan tersebut meskipun dengan cara informal atau illegal. Ada banyak alasan mengapa penebangan liar terus berlanjut, termasuk:

  1. Memperoleh izin cukup sederhana dari beberapa lembaga sehingga siapapun bisa menebang tanaman, meski bukan kawasan hutan buatan.
  2. Permintaan kayu terus meningkat terutama di perkotaan untuk pembangunan.
  3. Pembukaan lahan baru untuk dijadikan lahan pertanian, perumahan, jalan raya, serta kawasan industri.
  4. Ada sumber energi alami lainnya seperti minyak bumi dan batu bara.

Akibat dari adanya pembalakan liar, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan akibat yang berbeda. Sebagian besar efek ini mencakup area dekat hutan atau jauh dari hutan. Dampak tersebut meliputi:

  1. Dengan hilangnya pepohonan di hutan, sumber energi alam juga hilang, dan salah satunya adalah air. Sampai saat ini, air di hutan dipertahankan dengan diserap oleh tumbuhan. Apabila tumbuhan di hutan hilang, kemungkinan akan terjadi penurunan ketersediaan air tanah itu sendiri.
  2. Berkurangnya keanekaragaman hayati di hutan. Perlu dicatat bahwa hutan hujan tropis hanya menempati sekitar 6% dari total luas permukaan bumi. Namun, hutan adalah rumah bagi lebih dari 80% – 90% spesies di Bumi. Tak heran jika banyak spesies tumbuhan atau hewan yang terancam punah setiap tahunnya.
  3. Bencana alam seperti tanah longsor, banjir bandang dan erosi sering terjadi. Kita tahu bahwa hutan adalah tempat yang tepat untuk menyerap air hujan saat hujan deras. Jika pangkal tanaman yang berfungsi untuk menyerap air, tetapi juga untuk menjebak tanah di sekitarnya, menghilang, kemungkinan akan terjadi tanah longsor dan banjir bandang yang akan mempengaruhi area di dasar hutan.
  4. Penyebab pemanasan global. Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang membutuhkan karbon monoksida dalam proses produksi makanannya atau lebih dikenal dengan fotosintesis. Hasil fotosintesis berupa karbohidrat dan oksigen. Jika hutan yang dikenal sebagai paru-paru dunia ini lenyap, bisa dipastikan jumlah karbon monoksida di udara akan meningkat. Jika demikian, pemanasan global tidak dapat lagi dihindari.

Konsekuensi dari penebangan liar hanya berbagi kerugian bagi semua pihak. Untuk itu perlu dilakukan tindakan preventif guna mengurangi terjadinya illegal logging di masa yang akan datang. Hal-hal yang perlu dicoba adalah:

  1. Lakukan kontak dengan penduduk di sekitar kawasan hutan. Konseling dapat dilakukan secara lisan atau tertulis. Untuk mendekati penduduk setempat, Anda harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari kepala desa setempat. Penyuluhan secara lisan banyak dilakukan antar orang dan kelompok, sedangkan secara tertulis dapat berupa peringatan, maupun indikasi dampak pembalakan liar.
  2. Memberikan motivasi kepada warga untuk bertanggung jawab atas upaya perusakan hutan. Untuk mencapai hal ini, diperlukan posisi pemangku kepentingan. Kenyataannya, banyak warga yang enggan menjaga dan melindungi kawasan tersebut. Misalnya, para pemangku kepentingan dapat menerapkan tindakan seperti penghijauan atau reboisasi di kawasan hutan rakyat, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan sumber energi alam selain kayu, dan sebagainya.
  3. Memperketat pengawasan dalam rangka penguasaan dan pengelolaan lahan hutan. Harus ada sikap aktif dari semua warga termasuk pemerintah setempat untuk mencegah penebangan liar. Jika hanya satu pihak yang mencoba melakukan ini, tidak menutup kemungkinan bisa menimbulkan celah.
  4. Memperkuat hukum melawan penebangan liar. Peraturan tersebut dapat berupa pembatasan jumlah penebangan, penjadwalan penebangan, kewajiban penanaman kembali tanaman yang ditebang, dan pemberantasan penebangan liar atau illegal logging.
  5. Pembagian denda atau sanksi kepada pihak yang melanggar peraturan illegal logging. Sanksi atau hukuman dapat berupa peringatan, ancaman, penjara atau berdasarkan hukum yang berlaku. Dengan begitu, para pelaku illegal logging akan merasa terintimidasi dan diharapkan tidak terulang lagi.

Demikian penjelasan IPS-Geografi HAI Berikut 5 cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penebangan liar

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca juga :

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *