Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu Hai”Polusi tanah “. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Dampak pencemaran tanah terhadap lingkungan

Sebuah tata surya dimana terdapat sistem yang sangat ekologis, namun sangat teratur. Sistem ini dikatakan sangat ramah lingkungan karena terdiri dari banyak hal dan juga mencakup area yang sangat luas. Dari sekian banyak benda yang terdapat di tata surya, kita pasti sangat mengenal planet. Bumi adalah planet dalam tata surya.

Dari planet lain, hanya planet Bumi yang bisa dihuni oleh makhluk hidup. Planet Bumi adalah planet yang sangat berbeda dan sangat istimewa. Hal ini dikarenakan planet bumi memiliki ciri-ciri planet yang menandakan bahwa planet bumi dapat dihuni oleh makhluk hidup. Struktur bumi yang terdiri dari tanah dan bebatuan serta lapisan air dan udara yang cukup memungkinkan tumbuhan untuk hidup dan tumbuh di bumi. Tidak hanya tumbuh-tumbuhan, berbagai komponen yang dimiliki Bumi juga mendukung kehidupan manusia dan hewan.


Contents

Tanah di Bumi

Salah satu hal yang mendukung kehidupan di Bumi adalah struktur dan jenis tanah yang terdapat di Bumi itu sendiri. Bagaimanapun, makhluk hidup membutuhkan banyak persediaan air serta beberapa zat lainnya. Maka makhluk hidup sangat membutuhkan struktur atau jenis tanah yang dapat dengan mudah menyerap air dan juga menyimpan air tersebut sebagai cadangan untuk digunakan di kemudian hari. Struktur tanah di planet Bumi bisa dibayangkan sedemikian rupa, sehingga dengan cara ini banyak makhluk hidup yang bisa hidup dan tumbuh di Bumi.


Polusi tanah

Serta tanah dan udara yang dapat mengalami pencemaran. Tanah sebenarnya bisa menghadapi proses pencemaran. Ini sering dikaitkan dengan peningkatan aktivitas manusia. Pencemaran tanah ini berarti tanah yang ada sudah tidak bersih lagi dan tercampur dengan berbagai zat kimia maupun non kimia yang menyebabkan pencemaran (polutan). Bahan pencemar tersebut akan diterima oleh tanah melalui berbagai aktivitas yang dilakukan setiap hari. Karena alasan tersebut, orang terkadang tidak menyadari bahwa hal itu menyebabkan pencemaran tanah. Pencemaran tanah ini akan menyebabkan tanah menjadi tidak murni dan tidak akan menyerupai keadaan aslinya.


Dampak pencemaran tanah

Segala sesuatu yang mengalami pencemaran tentunya pada akhirnya akan menimbulkan berbagai dampak negatif, tidak terkecuali tanah ini. Jika udara dan air tercemar akan menimbulkan berbagai dampak negatif, demikian pula tanah. Ada berbagai akibat negatif dari pencemaran tanah ini. Beberapa akibat yang ditimbulkan dari pencemaran tanah antara lain sebagai berikut:


1. Mengurangi kesuburan tanah

Efek awal yang akan kita rasakan dari adanya tanah yang tercemar justru akan mengurangi kesuburan tanah itu sendiri.

seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa tanah ini pada dasarnya memiliki kelebihan. Salah satu keunggulan tanah adalah memiliki nilai subur sehingga banyak tanaman yang dapat hidup produktif.

Namun apabila tanah ini tercemar oleh berbagai zat berbahaya (kimia dan non kimia), maka akan menurunkan tingkat kesuburan tanah. Tanah akan menjadi tidak produktif karena polutan telah mengganggu jaringan kesuburan tanah. Akibatnya banyak tumbuhan yang tidak dapat berkembang dengan baik.


2. Membuat tanaman dan makhluk hidup lainnya mati

Masih sederet dengan akibat pencemaran tanah yang akan menurunkan tingkat kesuburan. Ini juga akan mempengaruhi umur tanaman. Tanaman yang awalnya tumbuh subur pada akhirnya akan layu, bahkan mati.

Tidak hanya tumbuhan, pencemaran tanah ini juga akan berdampak pada makhluk hidup lainnya (seperti hewan dan manusia). Bahan pencemar yang terkandung di dalam tanah akan masuk ke dalam jantung tanaman. Dan ketika tumbuhan tersebut dimakan oleh manusia atau hewan, maka dampak negatifnya dapat berpindah ke hewan atau manusia yang memakan tumbuhan tersebut.


3. Menyebabkan polusi udara

Pencemaran tanah juga akan mengakibatkan pencemaran udara. Sebab, zat-zat yang mencemari tanah (misalnya sampah) akan membuat udara di sekitarnya tidak sehat dalam jangka panjang. Akibatnya, udara menjadi tidak aman untuk dihirup. Selain itu, jika yang mencemari tanah adalah sampah, maka saat terjadi proses pembusukan akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Dan inilah yang disebut polusi udara.


4. Pelaporan wabah penyakit

Akibat pencemaran tanah yang kemudian menyebabkan banyak bermunculan bibit penyakit. Tanah yang terkontaminasi adalah rumah yang sangat aman bagi patogen penyebab banyak penyakit. Hal ini akan segera menyebabkan munculnya berbagai penyakit dan siap menyerang

makhluk hidup yang ada dan menempati tanah tercemar. Tidak hanya manusia yang akan menikmati penyakit ini, tetapi juga hewan dan tumbuhan lainnya.


5. Rusaknya ekosistem

Ekosistem adalah bentuk interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan dan komponennya (baik komponen biotik maupun komponen abiotik). Tanah termasuk dalam komponen abiotik sehingga pencemaran tanah justru akan menyebabkan keseimbangan ekosistem tersendat. Akibatnya, kawasan menjadi tidak aman, dan banyak keuntungan yang seharusnya diperoleh justru berubah menjadi bentuk kerugian.


6. Mengganggu keindahan atau estetika

Hal selanjutnya yang pasti akan terjadi akibat pencemaran tanah adalah penurunan nilai keindahan atau estetika ruang. Keindahan lingkungan tidak hanya pada apa yang kita amati, tetapi juga pada apa yang kita dengar dan rasakan. Pencemaran tanah akan sangat mengganggu nilai-nilai keindahan tersebut.

Dan tidak hanya itu, yang terpenting adalah pencemaran tanah ini akan membuat keadaan ruang yang kita tinggali menjadi tidak aman. Apalagi jika pencemaran tanah disebabkan oleh serasah. Sampah akan menimbulkan berbagai jenis kerugian bagi makhluk hidup. Selain tidak enak dipandang, sampah juga akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Sangat tidak aman digunakan untuk perumahan.

Itulah beberapa akibat dari pencemaran tanah yang dapat kita rasakan. Tidak hanya dampak tersebut, masih banyak lagi akibat yang dapat kita rasakan baik disadari maupun tidak. Itulah sebabnya kita sebagai manusia harus melindungi bumi dari berbagai bentuk pencemaran.


Bawah tanah

Ternyata bumi yang kita pijak atau tempati ini memiliki struktur yang berbeda-beda. Tanah yang ditemukan di planet Bumi setidaknya memiliki 4 tata letak. Lapisan tanah adalah sebagai berikut:


1. Lapisan atas tanah

Struktur tanah ini merupakan susunan tanah yang paling atas hingga kedalaman 30 sentimeter. Lapisan atas ini mengandung banyak bahan organik. Struktur tanah yang sangat produktif ini tidak hanya disebabkan oleh pembusukan daun-daun yang gugur, tetapi juga oleh sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati, baik itu tubuh manusia maupun hewan. Susunan yang sangat produktif ini memiliki pola yang biasanya berwarna hitam dibandingkan lapisan lainnya. Dan tidak hanya itu, lapisan ini akan terlihat lebih longgar dan menjadi tempat hidup banyak mikroorganisme.


2. Lapisan tengah bumi

Struktur tanah sedang ini ditemukan pada kedalaman 30 sentimeter hingga 1 meter. jika dilihat dari kenampakannya, struktur tanah ini akan tampak lebih ringan dibandingkan tanah lapisan atas. Struktur tanah menengah ini terbentuk oleh kombinasi pelapukan yang terdapat pada lapisan tanah di bawahnya dan juga sisa-sisa material yang berasal dari lapisan tanah atas yang akan larut bersama air. Jadi sisa-sisa senyawa pelapukan, serta materialnya, akan mengendap dan mengeras.


3. Bawah tanah

Struktur tanah dasar ini merupakan susunan tanah yang telah memiliki batuan yang telah lapuk dan bercampur dengan tanah sedimen atau lempung di atasnya. Namun pada lapisan ini kita akan dapat menemukan batuan yang belum mengalami pelapukan sebagian, ada pula yang masih dalam proses pelapukan. Pelapukan yang disebabkan oleh suatu batuan akan memiliki warna yang sama dengan batuan asli atau batuan penyusunnya.


4. Lapisan media

Struktur batuan ini sesuai dengan namanya, terdiri dari berbagai batuan padat dan letaknya sangat dalam. Kita semua tahu bahwa jenis batuan padat bervariasi dari satu daerah ke daerah lain

dengan daerah lain. Ini akan menyebabkan produk atau jenis tanah bervariasi juga. Pada lapisan ini batuan sangat mudah rusak, namun air sangat sulit menembus lapisan ini, begitu juga dengan pangkal tumbuhan. Kita dapat mencirikan aransemen ini dengan melihat penampilannya. Komposisi batuan asli ini berwarna terang atau keabu-abuan hingga kemerahan.

Demikianlah beberapa jenis bangunan yang ada di lapangan. Data diurutkan dari komposisi tanah atas ke bawah.


Jenis tanah di Indonesia

Selain mengetahui struktur dan komposisi tanah, kita juga harus mengetahui jenis-jenis tanah yang terdapat di Indonesia, beberapa jenis tanah yang terdapat di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Tanah humus adalah tanah yang letaknya paling atas. Tanah ini produktif diantara jenis tanah lainnya. Tanah gambut ini berasal dari pelapukan daun dan batang tumbuhan yang terdapat di hutan hujan tropis.
  • Tanah berpasir adalah tanah yang terbentuk dari batuan beku dan juga batuan sedimen yang memiliki butiran agresif dan juga kerikil. Tanah berpasir ini merupakan jenis tanah yang kurang baik untuk pertanian karena kesuburannya
  • Tanah aluvial adalah tanah yang terbentuk dari lanau yang terdapat di sungai dan diendapkan di daerah dataran rendah. Seperti halnya tanah humus, tanah ini juga memiliki sifat produktif.
  • Tanah subsalin merupakan tanah produktif yang banyak terdapat di daerah pegunungan yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu rendah.
  • Tanah vulkanik adalah tanah yang tercipta akibat keausan modul vulkanik. Tanah ini juga produktif dan memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Tanah vulkanik ini akan dengan mudah kita temukan di lereng gunung berapi.
  • Tanah Blatterite merupakan tanah yang tidak produktif. Pada awalnya tanah laterit ini merupakan tanah yang produktif dan memiliki banyak unsur hara, namun karena jumlahnya yang berlebihan dan terbawa oleh air hujan, faktor penyebab tanah menjadi produktif akan hilang. Alhasil, lahan tersebut menjadi lahan produktif kembali.
  • Tanah kapur merupakan tanah yang terbentuk akibat pelapukan batuan kapur. Lahan ini merupakan lahan yang tidak produktif. Tanah ini sebagian besar berwarna putih.
  • Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari pembusukan tumbuhan yang hidup di rawa-rawa. Lahan gambut ini juga merupakan salah satu lahan yang sifatnya tidak produktif sehingga tidak cocok untuk pertanian.

Demikian penjelasan IPS-Geografi HAI Berikut adalah 6 dampak pencemaran tanah terhadap lingkungan

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca juga :

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *