Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Di sini guru akan membahas pelajaran Ekonomi yaitu Hai”Pasar Oligopoli“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Ciri-ciri pasar oligopoli

Contents

Pengertian pasar oligopoli

Pasar oligopoli dalam pengertian linguistik berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang berarti penjual adalah pasar yang penawaran satu jenis barangnya dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua, tetapi kurang dari sepuluh dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian dari permainan pasar, dimana keuntungan yang mereka peroleh bergantung pada tindakan para pesaingnya.

Sehingga segala upaya promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga dan sebagainya dilakukan dengan tujuan menjauhkan konsumen dari persaingan. Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai upaya untuk mencegah masuknya perusahaan-perusahaan potensial ke dalam pasar, dan juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan oligopoli sebagai upaya untuk mendapatkan keuntungan normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual yang terbatas, sehingga menimbulkan persaingan harga antar perusahaan. aktor yang mempraktikkan praktik oligopolistik tidak ada.

Struktur pasar oligopoli terutama terbentuk pada industri-industri yang memiliki intensitas modal tinggi, seperti industri semen, industri otomotif, dan industri kertas.

Dalam UU no. 5 tahun 1999, oligopoli termasuk dalam kategori perjanjian yang dilarang, meskipun pada umumnya oligopoli terjadi melalui hubungan reaksi terutama pada barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur oligopoli ini harus digabungkan dengan ketentuan yang mengatur kartel. .


Ciri-ciri pasar oligopoli

Pasar oligopoli memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Perusahaan memproduksi barang yang homogen/standar dan barang dengan jenis/pola yang berbeda.Industri dengan barang standar adalah industri yang memproduksi bahan baku seperti industri manufaktur bensin, baja, semen, kimia dan bahan konstruksi. Selain itu, beberapa perusahaan dalam pasar oligopoli memproduksi barang dengan jenis atau gaya yang berbeda, seperti mobil, sabun, ponsel, dan industri elektronik lainnya.

  2. Diperlukan promosi terus-menerus melalui iklan Perusahaan dalam pasar oligopoli yang memproduksi barang dengan berbagai jenis atau gaya harus melakukan promosi untuk mempresentasikan produknya kepada pelanggan. Perusahaan harus mengalokasikan dana yang cukup besar untuk biaya promosi atau iklan ini. Tujuan dari promosi ini adalah untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama. Bagi perusahaan yang memproduksi barang standar, biaya iklan relatif lebih rendah, dan promosi bertujuan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

  3. Hanya beberapa perusahaan yang muncul / Hanya ada beberapa penjual, biasanya antara 3 sampai 10 menjual produk pengganti. Pasar oligopoli memiliki kurva permintaan dengan elastisitas silang permintaan yang relatif tinggi.

  4. Terdapat hambatan yang mempersulit perusahaan lain untuk masuk, perusahaan yang sudah lama berdiri dan memiliki pangsa pasar yang besar akan berperan dalam mencegah perusahaan baru memasuki pasar oligopoli.

  5. Hanya sedikit perusahaan (penjual) yang mendominasi pasar, kebanyakan adalah penjual (perusahaan) besar yang hanya memiliki modal besar (konglomerasi). Karena ada ketergantungan dalam perusahaan untuk saling mendukung. Contoh: Grup Bakrie memiliki perusahaan pertambangan, real estate dan telepon seluler (ESIA).

  6. Adanya saling ketergantungan antar perusahaan (produsen). oligopolis adalah pemimpin pasar, yaitu penjual dengan pangsa pasar terbesar. Keputusan penetapan harga yang dibuat oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan lain. Kekuatan harga bergantung pada bagaimana harga ditetapkan. Jika harga tidak disepakati, maka kekuatan harga lemah. Ketika perusahaan penetapan harga menurunkan harganya, perusahaan lain juga akan cenderung menurunkan harganya. Ketika harga ditetapkan berdasarkan kesepakatan antar perusahaan dalam pasar oligopoli, harga cenderung lebih kuat, dan tidak mudah bagi perusahaan untuk menurunkannya.

  7. Harga jual tidak mudah berubah, dalam pasar oligopolistik ini harga yang keluar tidak cepat naik atau turun, bisa dikatakan harga selalu stabil dan tidak mudah berubah. produk-produk yang diluncurkan oleh perusahaan cukup untuk mendapatkan keuntungan. .jika tiba-tiba harga naik, pelanggan secara otomatis berpikir ulang untuk membeli produk ini dan pelanggan dapat beralih ke produk perusahaan lain yang menjual varian yang sama tetapi dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.

Jenis pasar oligopoli

Berikut ini adalah beberapa jenis pasar oligopolistik, yaitu:


  • Pasar oligopoli murni (Oligopoli Murni)

    Pasar oligopoli murni adalah praktik oligopolistik dimana barang yang diperdagangkan adalah barang yang identik (homogen), misalnya praktik oligopolistik pada produk air mineral kemasan atau semen. Air mineral kemasan adalah contoh dari praktek pasar oligopoli murni, karena produk yang ditawarkan adalah barang yang identik.


  • Pasar oligopoli diferensial (Oligopoli Berbeda)

    Pasar oligopoli diferensial merupakan salah satu bentuk praktek oligopoli dimana barang yang diperjualbelikan dapat dibedakan (berbeda gaya), misalnya pasar sepeda motor di Indonesia didominasi oleh beberapa merek ternama seperti Honda, Yamaha dan Suzuki.


Faktor-faktor yang menyebabkan terbentuknya pasar oligopolistik

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya pasar oligopolistik, yaitu:


  1. Efisiensi dalam skala besar

Dalam dunia nyata, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri mobil, semen, kertas, pupuk, dan peralatan mesin umumnya memiliki struktur oligopolistik. Teknologi padat modal yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata-rata minimum) hanya dapat dicapai bila output diproduksi dalam skala yang sangat besar. Situasi di atas merupakan hambatan masuk (barriers to entry) bagi perusahaan pesaing. Tidak mengherankan jika hanya ada sedikit produsen di pasar oligopoli.


  1. Kompleksitas manajemen

Berbeda dengan ketiga struktur pasar lainnya (persaingan sempurna, pasar monopoli, dan pasar monopolistik), struktur pasar oligopolistik dicirikan oleh persaingan harga dan non harga. Perusahaan juga harus memperhitungkan dengan cermat setiap keputusannya agar tidak memancing reaksi negatif dari perusahaan pesaing.

Karena dalam industri oligopoli, kemampuan finansial yang besar saja tidak cukup modal untuk bertahan di industri tersebut. Perusahaan juga harus memiliki keterampilan manajemen yang baik untuk bertahan dalam struktur industri di mana persaingan semakin kompleks. Hanya sedikit perusahaan yang memiliki kemampuan ini, sehingga hanya ada sedikit produsen dalam pasar oligopoli.


Dampak positif dan negatif dari pasar oligopoli

Berikut beberapa dampak positif dan negatif dari pasar oligopoli, yaitu:


sebuah. Dampak positif dari pasar oligopoli

Dampak positif pasar oligopoli antara lain:

  • Ada beberapa penjual karena memasuki pasar membutuhkan investasi besar
  • Sejumlah kecil penjual memungkinkan penjual mengendalikan harga sampai tingkat tertentu
  • Jika terjadi perang harga, konsumen yang diuntungkan

b. Dampak negatif pasar oligopoli

Dampak negatif dari pasar oligopoli, yang meliputi:

  1. Keuntungan terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
  2. Inefisiensi produksi muncul
  3. Eksploitasi konsumen dan karyawan perusahaan
  4. Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) mendukung inflasi kronis
  5. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi oligopoli
  6. Pemerintah memfasilitasi masuknya perusahaan baru untuk memasuki pasar guna menciptakan persaingan
  7. Mengesahkan undang-undang yang melarang kerja sama antar produsen.

Keuntungan dan kerugian dari pasar oligopolistik

Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari pasar oligopoli, yaitu:


sebuah. Keuntungan pasar oligopoli

Keuntungan dari pasar oligopolistik meliputi:

  • Mengingat dalam oligopoli terdapat kecenderungan persaingan antar produsen baik dalam harga maupun non harga, maka jika produsen tidak bersaing dalam harga (seperti kualitas dan pelayanan), akan ada kecenderungan konsumen mendapatkan produk yang berkualitas. dan layanan.
  • Jika produsen dalam pasar oligopoli bersaing harga, maka konsumen juga cenderung mendapatkan harga yang stabil atau kalaupun berubah cenderung turun.
  • Produsen di pasar oligopoli sebagian besar adalah perusahaan besar, sehingga memiliki cukup dana untuk penelitian dan pengembangan.
  • Berikan pelanggan kebebasan memilih.
  • Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
  • Lebih memperhatikan kepuasan konsumen karena persaingan penjual.
  • Ada penerapan teknologi baru dan inovasi baru dalam produknya.

b. Kerugian dari pasar oligopolistik

Kerugian dari pasar oligopoli meliputi:

  1. Dalam pasar oligopoli, terjadi pemborosan penggunaan sumber daya ekonomi, karena produsen tidak beroperasi dengan biaya rata-rata (AC) minimum, yang berarti perusahaan seringkali beroperasi secara tidak efisien.
  2. Dalam hal distribusi pendapatan masyarakat, pasar oligopoli sering menimbulkan ketidakadilan.
  3. Dalam pasar oligopoli, baik konsumen maupun pemilik faktor produksi sering dieksploitasi.
  4. Menciptakan ketimpangan dalam distribusi pendapatan
  5. Harga yang stabil dan terlalu tinggi dapat memicu inflasi
  6. Kerugian biaya produksi bisa terjadi jika ada kerjasama antar oligopoli karena semangat persaingan kurang.
  7. Jika ada perusahaan yang memiliki hak paten atas suatu produk maka tidak mungkin lagi perusahaan lain memproduksi produk yang sama.
  8. Beberapa perusahaan di pasar sudah memiliki pelanggan atau konsumen yang loyal sehingga sulit bagi perusahaan lain untuk bersaing dengan perusahaan tersebut.
  9. Ada hambatan jangka panjang seperti pemberian hak waralaba oleh pemerintah sehingga perusahaan lain tidak bisa masuk pasar.
  10. Kemungkinan kolusi (kesepakatan) antar perusahaan di pasar dengan tujuan membentuk monopoli dan merugikan masyarakat.

Contoh pasar oligopoli

Berikut ini adalah contoh pasar oligopoli, yaitu sebagai berikut:


  1. Dalam produk atau komoditas seperti di industri semen misalnya pemainnya adalah Semen Gresik, Semen Holcim, Semen Indocement dan Semen Cibinong.
  2. Di industri sepeda motor misalnya ada Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Vespa, Sanex, Tossa dan lain-lain.
  3. Di produk elektronik kita lihat Sony, Toshiba, National, Samsung dan lain-lain.

Sedangkan untuk produk jasa misalnya:

  • Dalam industri jasa penerbangan di Indonesia terdapat Garuda, Merpati, Pelita, Bouroq, Mandala, Lion, Adam Air dan lain-lain. Dalam industri penerbangan saat ini para oligopoli cenderung bersaing dalam harga (price competition), terlihat ramainya perang harga antar maskapai.

Demikian penjelasan IPS-Ekonomi HAI Ciri-ciri Pasar Oligopoli: Pengertian, Jenis, Faktor, Dampak, Kekuatan, Kelemahan dan Contohnya

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca artikel lainnya:

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *