Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu Hai”Gula dalam meteor“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Penemuan-Gula-Dalam-Meteor

Alam semesta masih menyimpan banyak rahasia di dalamnya. Tak heran, beberapa astronom masih bekerja keras menambah data terbaru terkait kehidupan di alam semesta dan isinya. Seperti yang telah kita ketahui, alam semesta memiliki berbagai bentuk barang kosmik yang tersebar di seluruh alam semesta. Beberapa diantaranya teridentifikasi dan memiliki nama seperti galaksi, tata surya dan planet penyusunnya hingga benda angkasa lainnya. Dalam hal ini, objek luar angkasa didefinisikan sebagai bagian dari tata surya, seperti komet, meteoroid, hingga sabuk asteroid.

Dialog seputar asteroid ditampilkan tidak hanya sebagai pembatas antara planet dalam (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars) dan planet luar (Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) atau mereka yang terletak di antara planet Mars dan Jupiter, tetapi mereka menjadi bagian dari material utama atau induk dari meteor yang mencoba menabrak planet-planet di tata surya. Beberapa meteoroid yang berhasil menembus atmosfer dan jatuh ke Bumi (meteorit) masih dapat dilihat bentuknya, bahkan ada pula yang memiliki dimensi yang cukup besar.

Meteor yang berhasil mendarat di Bumi umumnya akan diteliti lebih lanjut untuk mengidentifikasi struktur atau faktor yang terkandung di dalamnya. Sebuah penemuan baru mengatakan bahwa ada faktor gula di dalam meteor tersebut. Tentu penemuan ini cukup mengejutkan bagi sebagian pihak terutama bagi para peneliti, dan tentunya ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi asal muasal terciptanya alam semesta. Jadi bagaimana gula bisa ada di meteor? Berikut penjelasannya


Contents

Menemukan gula dalam meteor

Penemuan gula yang ditemukan dalam meteorit merupakan penemuan paling awal dan terbaru dalam sejarah. Para ahli meyakini bahwa penemuan ini bisa menjadi fakta tentang asal usul planet Bumi, tetapi juga sebagai pendukung teori bahwa asteroid mengandung senyawa kehidupan. Kandungan gula dalam meteor tersebut berhasil dikenali oleh beberapa peneliti NASA dan 3 universitas yang berlokasi di Jepang. Berkaitan dengan hal tersebut, dilakukan penelitian terhadap 2 buah meteorit yang berbeda yaitu NWA 801 (tipe CR2) dan Murchison (tipe CM2) yang diketahui memiliki kandungan karbon yang sangat tinggi. Penemuan ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada 18 November 2019. Teori tersebut juga berhasil memberikan petunjuk baru bahwa asteroid mungkin membentuk beberapa bahan untuk kehidupan di luar angkasa.


Jenis gula dalam meteorit

Pria gula-di-meteor

Penemuan gula ini memperkuat teori bahwa kehidupan di Bumi berasal dari meteor purba jutaan tahun lalu. Keberadaan gula ini tentunya sangat erat kaitannya dengan kehidupan di Bumi, sehingga para peneliti sangat tertarik untuk mempelajarinya. Hasil penelitian terhadap meteorit tersebut menunjukkan adanya 3 senyawa gula yaitu ribosa, arabinosa dan xilosa.

Perlu dicatat bahwa ribosa merupakan komponen penting dari RNA atau asam ribonukleat yang berasal lebih awal dari DNA dalam sejarah evolusi. Tugas RNA sendiri sangat signifikan, sebagai molekul pembawa pesan. RNA akan menyalin instruksi genetik dari DNA atau asam deoksiribonukleat dan kemudian mengirimkannya ke ribosom. Tidak hanya itu, RNA memiliki kegunaan lain yaitu mengarahkan kembali data dan mengkatalisasi respons yang ada pada kehidupan primitif di Bumi.

Kepada Yoshihiro Furukawa dari Universitas Tohoku, ia mengatakan bahwa temuan itu merupakan fakta jika memang ada ribosa di alam semesta. Dan tidak hanya itu, gula yang ada di dalam meteor adalah fakta dari proses membawa gula ke Bumi. Namun ada hal yang menarik, yaitu atom karbon pada molekul gula di meteor sangat berbeda dengan atom karbon pada molekul gula di Bumi. Penelitian tidak berhenti sampai di situ, para ilmuwan mengirimkan pesawat luar angkasa Hayabusa 2 ke asteroid Ryuga untuk mengetahui apakah kandungan asteroid tersebut sama dengan meteor yang ditemukan di Bumi. Jika hasilnya sama, maka para ilmuwan dapat lebih mudah mengidentifikasi produksi kehidupan di Bumi.


Metode analisis

Untuk mengidentifikasi kandungan gula, para peneliti menganalisis komponen kimia dari debu meteor. Analisis menggunakan metode spektrometri massa kromatografi gas digunakan. Prosedur ini menggunakan perhitungan massa dan arus listrik. Berdasarkan metode ini, para ilmuwan mampu membuat banyak ribosa dan beberapa gula lainnya. Untuk NWA 801 ada 2,3–11 bagian per miliar, sedangkan Murchison sekitar 6,7–180 bagian per miliar.

Metode-analisis

Dan tidak hanya itu, untuk memastikan bahwa kandungan gula dalam meteorit berasal dari luar angkasa, para ilmuwan mencoba metode lain, yaitu analisis isotop. Hasil analisis menunjukkan bahwa gula yang ada dalam meteorit memiliki konsentrasi yang cukup tinggi, yaitu karbon 13. Karbon 13 merupakan jenis isotop karbon yang berat dan sangat jarang ditemukan di Bumi. Di Bumi sendiri menggunakan jenis karbon yang cukup ringan yaitu 12C. Berdasarkan temuan tersebut, memperkuat dugaan bahwa gula berasal dari luar angkasa, sehingga para ilmuwan terus mempelajarinya dengan melakukan penelitian terhadap ilustrasi meteor yang jatuh ke Bumi.

Seperti yang kita ketahui, planet bumi memiliki kehidupan yang sangat ekologis, sehingga para peneliti juga berpikir bahwa ada kemungkinan lain jika gula dalam meteorit berasal dari kontaminasi kehidupan di darat. Namun, ada beberapa fakta yang tidak mungkin menyebabkan kontaminasi oleh faktor dalam analisis isotop.

Diketahui bahwa lapisan molekul gula yang ada di meteorit memiliki bentuk ke kiri atau ke kanan atau beberapa molekul terbentuk dalam 2 jenis yang merupakan pantulan kaca satu sama lain. Sebaliknya, molekul gula yang mendukung kehidupan di Bumi terdiri dari asam amino tangan kiri dan gula tangan kanan. Sebelumnya pada Januari 2019, para peneliti menemukan kandungan lain yang ada di dua meteorit dan bahan penopang kehidupan ini, seperti asam amino, hidrokarbon, bahan organik, dan jejak air cair yang mungkin terbentuk di awal tata surya.


Demikian penjelasan IPS-Geografi HAI Penemuan Gula di Meteor: Jenis, Metode dan Penjelasannya

Semoga materi hari ini bermanfaat bagi para siswa, terima kasih!!!


Baca juga :

Web Seputar Pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *