Assalammualaikum, selamat datang kelas IPS. Disini guru akan membahas pelajaran Ekonomi yaitu Hai”Pasar uang“. Berikut penjelasannya di bawah ini:

Contents
Pengertian pasar uang
pasar uang (pasar uang) adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana, surat berharga atau instrumen keuangan jangka pendek yang memiliki jatuh tempo satu tahun atau kurang dan dapat disalurkan melalui lembaga perbankan. Pasar uang sering disebut pasar pinjaman jangka pendek.
Ciri-ciri pasar uang
Berikut adalah beberapa ciri pasar uang, yaitu:
- Penekanan pada pemenuhan dana jangka pendek.
- Penekanan mekanisme pasar uang adalah mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana.
- Itu tidak terikat pada tempat tertentu seperti pasar modal.
Fungsi pasar uang
Berikut beberapa fungsi pasar uang, yaitu:
- Mempermudah masyarakat memperoleh dana jangka pendek untuk pembiayaan modal kerja atau kebutuhan jangka pendek lainnya;
- Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); SAYA
- Dukung Program Bagi Hasil Masyarakat.
- Sebagai perantara dalam perdagangan efek jangka pendek
- Sebagai penampung dana berupa surat berharga jangka pendek
- Sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan investasi
- Sebagai perantara investor asing dalam memberikan pinjaman jangka pendek kepada perusahaan di Indonesia.
Tujuan pasar uang
Berikut adalah beberapa tujuan dari pasar uang, yaitu:
Dari mereka yang membutuhkan dana
sebagai berikut:
- Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek
- Untuk memenuhi kebutuhan likuiditas
- Untuk memenuhi kebutuhan modal kerja
- Mereka mengalami kehilangan kliring
Oleh pihak yang menginvestasikan dana
sebagai berikut:
- Untuk menghasilkan pendapatan dengan bunga tertentu
- Membantu mereka yang mengalami kesulitan keuangan
- Spekulasi
Instrumen pasar uang
Jenis instrumen atau sekuritas yang diperdagangkan di pasar uang cukup beragam, antara lain sekuritas yang diterbitkan oleh badan usaha swasta dan BUMN, serta lembaga pemerintah. Instrumen pasar uang meliputi:
-
Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau bank sentral dalam jumlah tertentu yang dibayarkan kepada pemegangnya pada tanggal yang telah ditentukan. Instrumen ini memiliki jatuh tempo satu tahun atau kurang.
-
Surat Berharga Pasar Uang (UMK)
surat berharga jangka pendek yang dapat diperdagangkan dengan diskonto di Bank Indonesia atau lembaga diskonto yang ditunjuk oleh BI.
-
Penerimaan setoran
Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh bank pada saat pameran dan dinyatakan dalam jumlah, jangka waktu dan suku bunga tertentu. Sertifikat deposito adalah deposito berjangka yang bukti depositonya dapat diperjualbelikan. Fitur utama yang membedakannya dari deposito berjangka adalah sifatnya yang dapat dialihkan atau diperdagangkan sebelum jatuh tempo melalui lembaga keuangan lainnya.
-
Kertas komersial
Surat utang yang tidak disertai jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana jangka pendek dan dijual kepada investor di pasar uang.
-
CallMoney
Transaksi pinjam meminjam antara satu bank dengan bank lain dalam waktu singkat.
-
Persetujuan pembelian
Transaksi jual beli efek disertai dengan kesepakatan bahwa penjual akan membeli kembali efek yang dijual pada tanggal dan harga yang telah ditentukan.
-
Penerimaan Bankir
Instrumen pasar uang yang digunakan untuk memberikan kredit kepada eksportir atau importir untuk membayar barang atau membeli mata uang asing.
-
Surat Perbendaharaan
Treasury bills adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah dengan jangka waktu 90 hari sampai dengan 1 tahun.
-
Surat utang
Promissory notes adalah surat promes yang membuktikan adanya hutang jangka pendek antara kreditur dan debitur.
Kekuatan dan kelemahan pasar uang
Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian dari pasar uang, yaitu:
1. Keuntungan pasar uang
Yaitu sebagai berikut:
- Tawaran untuk mencari kredit jangka pendek bagi perusahaan yang mengalami kesulitan likuiditas.
- Dana untuk penempatan dana surplus yang dimiliki badan usaha
2. Kelemahan atau risiko pasar uang
Risiko yang dapat dihadapi saat berinvestasi di pasar uang antara lain:
-
Risiko pasar
Risiko yang terkait dengan kenaikan suku bunga, yang menyebabkan hilangnya modal investor.
-
Risiko investasi ulang
Risiko yang terkait dengan jatuhnya harga sekuritas.
-
Resiko awal
Risiko yang timbul akibat ketidakmampuan pihak peminjam (debitur) untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan yang diperjanjikan.
-
Risiko inflasi
Pemberi pinjaman menghadapi kemungkinan kenaikan harga barang dan jasa yang mengurangi daya beli pendapatan yang mereka hasilkan.
-
Resiko mata uang
Risiko yang timbul dari perubahan nilai tukar yang tidak menguntungkan.
-
Resiko politik
Risiko terkait dengan perubahan undang-undang atau peraturan pemerintah.
Demikian penjelasan IPS-Ekonomi HAI Instrumen pasar uang: definisi, fungsi, kekuatan dan kelemahan
Semoga materi hari ini bermanfaat bagi siswa terima kasih!!!
Baca artikel lainnya:
