Assalammualaikum, selamat datang Kelas ilmu sosial. Di sini guru akan membahas pelajaran Geografi yaitu tentang”Pelapukan BiologisBerikut penjelasannya di bawah ini:

Hidup adalah sebuah proses, di mana ada awal dan akhir. Bumi dan segala isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan menciptakan banyak makhluk, baik yang hidup maupun yang tidak hidup. Makhluk hidup dan tak hidup yang ada di alam saling berhubungan. Keduanya merupakan komponen, yaitu biotik (komponen hidup) dan abiotik (komponen mati). Baik komponen biotik maupun tak hidup saling memprovokasi dan saling membutuhkan.
Dalam kehidupan makhluk hidup, tentunya kita percaya bahwa jika seseorang dilahirkan, seseorang akan mati. Hidup dan mati adalah siklus yang tidak bisa dihindari oleh makhluk hidup, bahkan dalam agama pun dinilai demikian. Namun, telah terbukti bahwa siklus hidup dan mati ini juga berlaku untuk komponen tak hidup (komponen abiotik). Contohnya adalah batu. Batu merupakan komponen abiotik yang memiliki siklus tersendiri. Salah satu periode dalam siklus batuan adalah periode waktu. Pelapukan sendiri tidak hanya terjadi pada batuan, tetapi juga pada karang bahkan pada bangunan seperti dinding. Keausan ini adalah proses menghancurkan benda-benda keras ini. Saat dihancurkan, bentuknya berubah dan akhirnya menciptakan material yang membentuk tanah atau batuan sedimen yang mengendap.
Contents
Apa itu Pelapukan?
Bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan, pernahkah Anda merasakan hewan peliharaan Anda sakit? Ya, semua makhluk hidup pasti pernah menikmati rasa sakit, dan semua makhluk hidup pasti akan mati ketika saatnya tiba. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa tidak hanya makhluk hidup saja yang dapat mengalami kematian, bahkan benda mati pun akan mengalami masa kehancuran. Beberapa benda mati yang dapat dimusnahkan adalah komponen abiotik yang ada di dekat kita, misalnya batuan. Bukan hal yang aneh jika kita menemukan batu di sekitar kita. Anda menjadikannya objek yang paling berguna, baik untuk bahan bangunan dan sebagainya.
Pernahkah Anda menemukan batu pecah? Atau batu yang tidak sekeras batu lainnya? Tentu saja Anda pernah menemukan pekerjaan ini. Seperti halnya makhluk hidup, ketika batu menjadi tua, batu itu tidak akan lagi sekeras sebelumnya. Seiring waktu, batu akan menjadi lebih lembut, bahkan lebih rapuh. Hal ini karena batu tersebut telah aus. Pelapukan adalah proses perubahan dan fragmentasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat kerak bumi yang disebabkan oleh berbagai proses yaitu fisika, kimia, dan biologi. Cuaca disebabkan oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi dan saling menumpuk serta dilakukan secara terus menerus. Peristiwa yang mendukung pelapukan batuan antara lain evolusi suhu siang dan malam, pergerakan angin, hujan, gelombang laut, dan sebagainya. Pelapukan batuan terjadi karena banyak faktor dan juga mencakup jangka waktu yang lama. Batuan yang telah mengalami pelapukan akan menghasilkan material yang merupakan asal mula tanah dan asal batuan sedimen.
Semua jenis kondisi cuaca
Pelapukan batuan terjadi karena banyak faktor alami dan tidak alami. Ada beberapa hal alami yang menyebabkan keausan batuan, seperti perubahan suhu udara yang ekstrim (sangat panas hingga sangat dingin), angin, hujan lebat atau tidak, dan munculnya mikrobiologi atau tumbuhan tertentu. Dan beberapa faktor tidak alami yang menjadi penyebab pelapukan adalah adanya bahan kimia dari limbah pabrik. Semuanya membuat batu itu cepat aus.
Pada dasarnya, ada tiga jenis pelapukan batuan, yaitu pelapukan fisik, pelapukan kimia, dan pelapukan biologis. Dalam hal pelapukan, perbedaannya terletak pada penyebab keausan itu sendiri. Namun ketiga jenis cuaca tersebut pada dasarnya terjadi bersamaan, namun ada satu hal yang lebih berpengaruh, sehingga batuan tersebut tampak disebabkan oleh satu jenis cuaca. Dan akan kami uraikan masing-masing jenis pelapukan sebagai berikut:
- Cuaca fisik, yaitu cuaca yang disebabkan oleh peristiwa alam yang terjadi di bumi. Peristiwa yang dimaksud adalah perubahan suhu atau iklim, hujan lebat atau ringan, gelombang laut, dan sebagainya. Contoh pelapukan ini adalah hancurnya batuan akibat evolusi cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.
- Pelapukan kimia atau kimia, yaitu pelapukan yang disebabkan oleh pencampuran batuan dengan zat atau bahan kimia. Contoh pelapukan ini adalah rusaknya batuan akibat limbah industri yang banyak mengandung bahan kimia. Ini karena bahan kimia sering mengandung zat berbahaya, sehingga batu tidak hanya cepat rusak, tetapi bahkan dapat membunuh makhluk hidup. Misalnya, tanaman di dekat TPA mati, atau ikan di sungai tempat pembuangan sampah juga mati.
- Cuaca biologis atau organik, yaitu cuaca yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup. Makhluk hidup yang menyebabkan biodegradasi dapat berupa manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun dari ketiga jenis makhluk hidup tersebut, seringkali kita (atau lebih) memandang tumbuhan sebagai penyebabnya. Contoh pelapukan biologis atau organik adalah hancurnya batuan akibat adanya lumut yang hidup menempel pada batuan.
Inilah tiga jenis pelapukan batuan yang biasa kita jumpai. Tiga jenis pelapukan menyerang batuan dan mineral sampai terurai dan sebagian menjadi tanah dan sebagian lagi mengendap menjadi batuan sedimen. Kondisi cuaca yang tidak biasa, misalnya saat kita berada di dalam gua. Saya memiliki banyak air yang menetes di satu sudut, kan? Nah, jika air terus menerus menetes pada batu maka batu tersebut pasti akan menjadi cekung karena terlalu sering terkena tetesan air tersebut. Dan itu adalah salah satu contoh pelapukan batuan.
Pelapukan Biologis
Kita sudah mengetahui tentang tiga bentuk pelapukan batuan dari informasi di atas. Semua pelapukan adalah keausan fisik, kimia dan biologis. Ketiga jenis bencana cuaca tersebut disebabkan oleh hal-hal yang mempengaruhinya secara berbeda.
Pelapukan fisik disebabkan oleh peristiwa alam, pelapukan kimia disebabkan oleh limbah pabrik yang memiliki sifat kimia, sedangkan pelapukan biologis disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan. Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang salah satu jenis pelapukan yaitu pelapukan biologis.
Pelapukan biologis adalah pelapukan batuan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuhan. Pelapukan biologis disebut juga pelapukan organik. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa tiga jenis pelapukan (fisika, kimia, dan biologi) bekerja sama dalam pelapukan batuan. Bahkan, pelapukan biologis sering berperan dalam pelapukan batuan.
Pelapukan biologis memiliki kemampuan untuk menyempurnakan pelapukan fisika dan kimia yang terjadi sebelumnya. Contohnya adalah ketika kita melihat sebuah batu yang retak karena terjadi evolusi suhu dari yang paling panas ke yang paling dingin. Kemudian di antara celah-celah batuan yang terbentuk tadi, tumbuhan seperti lumut dan mikrobiologi hadir, pasti seiring waktu batu itu akan runtuh. Ini adalah contoh dari kombinasi pelapukan fisik dan biologis.
Proses pelapukan biologis
Pelapukan biologis adalah kondisi cuaca yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup, baik manusia, hewan, atau tumbuhan seperti yang dijelaskan di atas. Proses pelapukan biologis melibatkan dua cara, yaitu teknik mesin dan teknik biokimia. Untuk lebih jelasnya, Anda akan belajar tentang contoh pelapukan biologis dan prosesnya.
- Ada lumut. Tumbuhan lumut yang terdapat di permukaan batuan dapat membuat batuan tersebut terasa terdegradasi. Basahnya permukaan batuan disebabkan oleh proses penyerapan akar dan tingginya pH di dekat permukaan batuan akibat keseimbangan ekskresi metabolisme lumut. Hal ini akan mempengaruhi permukaan batuan, yang akan cepat merasakan efek pelapukan.
- Ada penetrasi akar tanaman. Batuan yang berada di dekat tanaman akan lebih cepat membusuk karena penetrasi akar tanaman ke dalam batu, sehingga lebih mudah terasa terbelah. Dalam proses penetrasi atau penetrasi, akar tanaman akan mengeluarkan beberapa jenis enzim yang berguna untuk memecah batuan. Seiring waktu, akar akan tumbuh dan membelah batu menjadi beberapa bagian. Beberapa tanaman yang akarnya cukup kuat untuk memecahkan batu antara lain kenari, akasia, dan pilicium.
- Hewan juga membuat batu membusuk lebih cepat. Hewan yang berperan dalam biodegradasi termasuk berbagai cacing tanah dan banyak serangga tanah.
- Manusia juga berperan dalam proses biodegradasi. Beberapa aktivitas manusia yang menyebabkan pelapukan cepat adalah penambangan dan penebangan liar.
Demikian menjelaskan pelajaran IPS-Geografi HAI Pencucian waktu biologis adalah: jenis dan proses lengkap
Semoga materi hari ini bermanfaat bagi siswa, terima kasih!!!
Baca artikel lainnya:
